: WIB    --   
indikator  I  

Asuransi umum lokal masih jadi raja

Asuransi umum lokal masih jadi raja

JAKARTA. Pemain asuransi umum lokal menjadi tuan rumah di negara sendiri. Beberapa perusahaan asuransi kerugian yang dimiliki investor domestik mendominasi perolehan premi di tahun lalu.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sepanjang tahun 2016 total premi bruto asuransi umum mencapai Rp 53,25 triliun. Dari jumlah itu, perusahaan asuransi lokal menguasai pangsa pasar.

Paling tinggi PT Asuransi Sinar Mas (ASM) dengan pangsa pasar 9,7%. Dumasi MM Samosir, Direktur ASM mengatakan, tahun lalu ASM mengantongi premi Rp 5,2 triliun atau tumbuh 8,3%. Lini bisnis asuransi properti dan kendaraan bermotor menjadi ladang ASM.

Asuransi properti menyumbang 40,6% dari total premi. Sementara asuransi mobil dan sepeda motor masing-masing menyumbang Rp 643,6 miliar dan Rp 446 miliar.

Tahun ini, Dumasi bilang, tantangan masih berat. Tapi perusahaan ini yakin premi bakal bisa tumbuh 11,5% menjadi Rp 5,8 triliun. "Caranya meningkatkan kontribusi agensi," kata dia.

PT Asuransi Astra Buana yang mengandalkan asuransi kendaraan juga masuk jajaran penguasa pasar dengan perolehan premi Rp 4,7 triliun di 2016. Tahun lalu, kontribusi premi asuransi kendaraan memang melorot dari Rp 2,72 triliun menjadi Rp 2,52 triliun. Beruntung bisnis lain semisal asuransi properti, kecelakaan diri, dan energi bergerak.

Sementara, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) yang menduduki posisi empat pasar, bisnisnya terdongkrak asuransi kredit dan penjaminan kredit. Sekretaris Perusahaan Askrindo Kurmansyah mengatakan, tahun ini, Askrindo menargetkan premi tumbuh 34,2% menjadi Rp 5,1 triliun.

Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Asuransi dan Dana Pensiun Herris Simanjuntak menyebut asuransi umum domestik mendominiasi lantaran beberapa perusahaan terbilang pemain lama. Perusahaan asuransi tersebut juga didukung pemegang saham yang memiliki pasar captive.

Misal, proteksi aset yang berhubungan dengan pemerintah pasti diprioritaskan kepada asuransi BUMN. "Atau yang berhubungan dengan migas akan banyak diserap oleh PT Tugu Pratama Indonesia," kata dia.

Ini membuat pasar asuransi umum sulit ditembus perusahaan joint venture. Terlebih, perusahaan asuransi dalam negeri sudah kuat membangun kepercayaan pasar.


Reporter Tendi Mahadi
Editor Rizki Caturini

ASURANSI

Feedback   ↑ x
Close [X]