: WIB    —   
indikator  I  

Bank berebut kue kredit pensiunan

Bank berebut kue kredit pensiunan

JAKARTA. Bank pemain kredit pensiunan yang semakin banyak membuat persaingan bisnis ini kian sesak. Pemain baru seperti PT Bank Mandiri Taspen Pos (Mantap) dan PT Bank Bukopin Tbk mulai mencuil kue bisnis ini. Hal ini membuat PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) lambat dalam menyalurkan kredit pensiunan.

BTPN sebagai pemain lama kredit pensiunan hanya mencatat pertumbuhan kredit pensiunan sebesar 3% atau menjadi Rp 40,57 triliun per semester I-2017. Kredit ini berkontribusi sebesar 61,16% terhadap total kredit BTPN yang senilai Rp 66,33 triliun di semester I-2017.

Direktur Keuangan BTPN Arief Harris Tandjung mengatakan, pelambatan penyaluran kredit pensiunan karena keterbatasan dan tidak bertambah jumlah debitur pensiunan. Pada akhir tahun 2017, BTPN yakin dapat menjaga pertumbuhan kredit pada kisaran rata-rata pertumbuhan industri perbankan.

Sebagai pendatang baru, Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso menuturkan, pihaknya akan meningkatkan porsi kredit pensiunan menjadi 80% terhadap total kredit di tahun 2021, sisanya mengalir ke kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Caranya, mendorong pemasaran dan mengakuisisi nasabah baru. Dari strategi tersebut, anak usaha Bank Mandiri ini menargetkan dapat menyalurkan kredit pensiunan hingga Rp 7 triliun di akhir 2017. Per Juli 2017, realisasi kredit pensiunan bank ini senilai Rp 5,7 triliun.

Tak mau kalah, Bank Bukopin akan mendorong porsi kredit pensiunan menjadi 20%. Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi menyampaikan, saat ini porsi kredit pensiunan sebesar 12%-13% dari total kredit Bukopin di semester I-2017. Merujuk laporan keuangan Bukopin tercatat penyaluran kredit pensiunan senilai Rp 9,1 triliun atau tumbuh 35,46%.

Mayoritas kredit pensiunan Bank Bukopin mengalir ke pensiunan pegawai pemerintah, TNI dan Polri. Tercatat sebanyak 88,5% dari kredit pensiunan atau senilai Rp 8,05 triliun mengalir ke pensiunan pegawai pemerintah.


Reporter Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor Dupla Kartini

BTPN, Bank Mantap, Bank Bukopin berebut kredit pensiunan

Feedback   ↑ x
Close [X]