| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.473
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS600.960 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Bank dorong relaksasi LTV untuk dongkrak KPR

Jumat, 20 Mei 2016 / 18:36 WIB

Bank dorong relaksasi LTV untuk dongkrak KPR

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) tengah mengkaji pelonggaran porsi pembiayaan bank atau loan to value (LTV) untuk kredit pemilikan rumah (KPR).

Gubernur BI Agus D.W Martowadojo menyampaikan, kajian pelonggaran LTV ini sebagai upaya memberikan solusi dalam membantu pertumbuhan kredit yang sedang lesu karena perlambatan ekonomi.

“Kami sedang mengkaji pelonggaran LTV di tahun ini. Jika sudah siap dikeluarkan akan disampaikan,” kata Agus, Jumat (20/5). 

Lanjutnya, BI ingin relaksasi LTV ini harus seimbang dengna kondisi rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) yang rendah, dan rasio likuiditas yang terjaga.

Para bankir menyambut gembira terkait BI sedang mengkaji pelonggaran LTV. Direktur Konsumer PT Bank Central Asia Tbk (BCA) 

Henry Koenaifi menyampaikan, KPR membutuhkan relaksasi aturan untuk meningkatkan penyaluran kredit. Nah, jika LTV ditingkatkan maka akan memberikan kemudahan bagi debitur dalam membayar DP.

“LTV dilonggarkan akan meningkatkan KPR tapi kami belum hitung seberapa besar,” ucap Henry.

Bank yang terafiliasi oleh Grup Djarum ini menggunakan jurus bunga singled digit untuk menarik permintaan KPR. BCA membidik pertumbuhan kredit perumahan minimal tumbuh 10% di tahun 2016.

Senior Corporate Executive Consumer Banking PT Bank OCBC NISP Tbk Ka Jit menyampaikan, pihaknya mendukung rencana BI yang sedang mengkaji pelonggaran LTV untuk mendorong KPR.

Pasalnya, pelonggaran LTV yang diterbitkan tahun 2015 tak berdampak signifikan pada pertumbuhan KPR dengan rata-rata pertumbuhan masih di bawah 10%.

Ka Jit menambahkan, perbankan dan industri properti mengharapkan adanya pelonggaran larangan inden untuk rumah kedua hingga rumah ketiga.

Cara ini dapat mendongkrak permintaan KPR. OCBC NISP sendiri membidik pertumbuhan KPR sebesar 10%-12% di tahun 2016.

Informasi saja, tren pertumbuhan KPR terus mengalami perlambatan. Data terakhir kredit properti tumbuh 11,4% atau senilai Rp 623,8 triliun per Maret 2016.

Rinciannya, KPR dan KPA hanya tumbuh 8,0% atau senilai Rp 345,9 triliun, kredit konstruksi tumbuh 14,2% atau senilai Rp 170,1 triliun dan kredit realestate tumbuh 18,9% atau senilai Rp 107,8 triliun.


Reporter: Nina Dwiantika
Editor: Dikky Setiawan

LTV KPR

Tag
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0438 || diagnostic_web = 0.2123

×