KEUANGAN
Berita
Batasan Modal Minimum Disetor Naik Lagi

ATURAN MODAL VENTURA

Batasan Modal Minimum Disetor Naik Lagi


Telah dibaca sebanyak 1003 kali

JAKARTA. Batas modal ventura akan meningkat. Draf terbaru Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang modal ventura menyatakan, batasan modal minimum perusahaan modal ventura akan naik berkisar antara Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar.

Sekadar catatan, dalam draf sebelumnya, jenis perusahaan modal ventura patungan (joint venture) wajib memiliki modal disetor minimum Rp 10 miliar. Modal jenis swasta nasional Rp 5 miliar dan koperasi Rp 3 miliar.

Yang terbaru, perusahaan modal ventura join venture minimal menyetor modal senilai Rp 15 miliar. Kemudian, modal minimal perusahaan ventura swasta nasional Rp 10 miliar dan koperasi berbadan hukum Rp 5 miliar. Oh ya, seperti draf terdahulu, kepemilikan asing di perusahaan modal ventura tetap dibatasi, maksimal hingga 85%.

M. Ihsanuddin, Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), mengatakan, kenaikan modal minimum ini untuk menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan usaha. "Dengan pemenuhan modal, mereka akan lebih serius menjalankan bisnis," ujarnya, pekan lalu.

Ihsanuddin bilang, modal minimum yang terbaru ini merupakan jalan tengah yang diambil regulator setelah berdiskusi hampir setahun dengan Asosiasi Modal Ventura. "Jika terlalu tinggi modalnya, bisa dipastikan setengah perusahaan modal ventura akan tutup," ujarnya.

Namun, Ihsanuddin belum memastikan waktu penerbitan PMK ini karena belum ada pembahasan bersama dengan Ketua Bapepam-LK. "Setelah pembahasan, baru diserahkan kepada menteri keuangan," tutur Ihsanunddin.

Ketua Asosiasi Modal Ventura Indonesia (AMVI) Hesty Purwati, mengatakan bahwa pihaknya setuju mengenai kenaikan modal perusahaan modal ventura. "Supaya perusahaan modal ventura nantinya bisa berjalan dengan baik dan profesional," ujarnya, Minggu (24/1).

Sekadar mengingatkan, modal ventura adalah perusahaan yang memberi dukungan finansial terhadap jenis usaha, seperti usaha kecil dan menengah (UKM). Mereka bisa menawarkan diri menjadi mitra dengan melakukan penyertaan modal berupa saham, obligasi konversi atau bisa juga lewat pembiayaan berdasarkan bagi hasil.

Editor: Johana Ani K.
Telah dibaca sebanyak 1003 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..