PENYALURAN KREDIT PERBANKAN
BRI ungguli Mandiri salurkan kredit
Oleh Ruisa Khoiriyah - Selasa, 19 Oktober 2010 | 10:54 WIB

JAKARTA. Bank BRI berhasil mengalahkan bank beraset terbesar di Indonesia, Bank Mandiri, sebagai bank penyalur kredit terbesar di pasar kredit nasional untuk tiga tahun berturut-turut.
Data Statistik Perbankan Indonesia terbaru yang dirilis Bank Indonesia (BI) memuat daftar 10 peringkat bank berdasarkan kredit. 10 bank penyalur kredit terbesar di tanah air ini menguasai 63,79% pasar kredit nasional atau senilai Rp 1.046,362 triliun.
Hingga Agustus 2010, BRI bercokol di urutan pertama dengan penyaluran kredit sebesar Rp 229,287 triliun. Nilai ini mencakup pangsa 13,98% dari pasar kredit nasional. Menyusul di posisi kedua adalah Bank Mandiri dengan penyaluran sebesar Rp 202,19 triliun atau sekitar 12,33% pangsa kredit nasional. Selanjutnya berturut-turut adalah BCA (8,44%), BNI (7,43%), Bank CIMB Niaga (5,69%), Bank Danamon (4,32%), dan Bank Panin (3,05%).
Komposisi tujuh besar ini boleh dibilang bertahan sejak Desember 2009 lalu. Komposisinya juga relatif tidak terlalu berubah. Bank Mandiri sendiri sempat memimpin penyaluran kredit di urutan pertama di tahun-tahun sebelum tahun 2007. Namun, sejak Desember 2008, BRI berhasil menendang Mandiri dari posisi pertama bank penyalur kredit terbesar di Indonesia.
Adapun persaingan di kelompok tiga urutan terbuncit terlihat lebih sengit. Agustus 2010 ini Permata Bank harus rela tersingkir ke urutan buncit dengan nilai penyaluran kredit sebesar Rp 45,706 triliun. Di Desember 2009, Permata masih bertahan di urutan ketujuh. Namun, Agustus 2010, BTN yang semula nomer sembilan, berhasil menyodok ke peringkat tujuh dengan nilai penyaluran kredit mencapai Rp 48,541 triliun. Sedangkan BII berhasil naik dari posisi buncit ke peringkat sembilan dengan nilai penyaluran kredit sebesar Rp 45,912 triliun.
- Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
- Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
- Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
- KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.