Reporter: Nina Dwiantika |
JAKARTA. Empat bank menyalurkan kredit Rp 330 miliar ke PT Trihamas Finance, perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor. Kredit berjangka waktu tiga tahun ini akan digunakan untuk pembiayaan kembali kredit angkutan umum dan truk.
PT Bank Permata Tbk (BNLI) bertindak sebagai mandated lead arranger dengan menyiapkan dana Rp 100 miliar. Kemudian, PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) DKI Jakarta menyetor Rp 100 miliar, PT Bank Jawa Barat Banten Tbk (BJBR) sebesar Rp 100 miliar dan PT Bank ICBC Indonesia sebanyak Rp 30 miliar. "Fasilitas ini untuk mendukung multifinance secara berkelanjutan," tutur Roy Arfandy, Direktur Wholesale Banking Bank Permata, Kamis lalu (26/1).
Ronny Effendy, Direktur Utama Trihama Finance, menuturkan, kredit keroyokan ini untuk mendukung ekspansi bisnis perusahaan pembiayaan ini pada tahun 2012. Perseroan ini menargetkan penjualan Rp 2 triliun atau naik 11% dibandingkan pencapaian sepanjang tahun 2011 yang sebesar Rp 1,8 triliun. Untuk merealisasikan target itu, manajemen tetap fokus pada pembiayaan komersial dan transportasi publik.
Gerardus D. Kusmo, Associates Director Trihamas Finance menambahkan, pihaknya masih mengandalkan pinjaman perbankan sebagai sumber pendanaan. Sebelumnya Trihamas menerima kredit dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri).
Sedangkan Mulyatno Wibowo, Direktur Pemasaran Bank DKI, menuturkan, berpartisipasi dalam kredit sindikasi itu akan menjadi strategi untuk merealisasikan target kredit tahun ini. Bank DKI mengalokasikan dana Rp 2 triliun untuk kredit sindikasi. Jumlah tersebut tumbuh sekitar 83% dibandingkan posisi akhir tahun 2011 yang sebesar Rp 1,2 triliun.
"Tahun ini, kami telah memperoleh mandat dalam enam kredit sindikasi," kata dia. Kredit sindikasi itu antara lain dua proyek pembangkit listrik dengan nilai Rp 300 miliar sampai Rp 400 miliar, satu proyek jalan tol senilai Rp 20 triliun, sektor perkebunan senilai Rp 1,2 triliun dan dua di sektor perhotelan dengan total sekitar Rp 300 miliar-Rp 400 miliar. Namun, Mulyatno belum bisa menyebut porsi Bank DKI pada tiap sindikasi tersebut. "Dalam waktu dekat ini sindikasi untuk pembangunan power plant di Kalimantan," imbuhnya.
Rencananya, kredit sindikasi ini akan dilakukan bersama-sama dengan bank umum dan BPD lain. Bank DKI berharap berbagai kredit sindikasi tersebut bisa mendongkrak kredit korporasi mereka menjadi Rp 5 triliun sepanjang tahun 2012, dibandingkan portofolio kredit korporasi tahun 2011 yang sekitar Rp 3 triliun. "Total kredit keseluruhan Rp 11,1 triliun sampai Desember 2011," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













