KEUANGAN
Berita
Ini tarif premi baru asuransi kendaraan bermotor

PREMI ASURANSI

Ini tarif premi baru asuransi kendaraan bermotor


Telah dibaca sebanyak 3326 kali
Ini tarif premi baru asuransi kendaraan bermotor

JAKARTA. Tarif premi asuransi kendaraan bermotor memang baru akan berlaku 1 Maret 2014 nanti. Namun, muncul kekhawatiran nilai preminya melejit 40%. Kornelius Simanjuntak, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia bilang, belum tentu nilai proteksinya naik. Ada kemungkinan ketentuan anyar yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan malah menciut dari yang berlaku saat ini.

Pasalnya, tarif premi baru memberlakukan sistem batas bawah dan batas atas. Yang berarti, premi yang selama ini kelewat murah sampai membuat perusahaan asuransi megap-megap, bisa jadi terkerek naik karena ada batas bawahnya. Sementara, premi yang selama ini kelewat mahal dan menguras kantong nasabah, bisa jadi lebih murah karena ada batas atasnya.

Intinya, dihitung berdasarkan profil risiko masing-masing kendaraan bermotornya yang didalamnya termasuk uang pertanggungan dan zona wilayah. Zona wilayah 1, yakni Sumatera akan lebih mahal. “Sementara, zona wilayah 2, yaitu Jawa dan zona wilayah 3, yaitu luar Sumatera dan luar Jawa lebih murah karena profil risikonya pun lebih terkendali,” ujarnya ditemui KONTAN belum lama ini.

Yuk, kita lihat tarif premi asuransi kendaraan bermotor yang baru:

 

Tabel tarif premi asuransi kendaraan bermotor untuk pertanggungan komprehensif

Kategori

Uang pertanggungan

Wilayah 1

Wilayah 2

Wilayah 3

Batas bawah

Batas atas

Batas bawah

Batas atas

Batas bawah

Batas atas

Jenis kendaraan non bus dan non truk

1

0 > Rp 125 juta

3,82%

4,20%

3,44%

3,78%

2,53%

2,78%

2

Rp 125 juta > Rp 200 juta

2,67%

2,94%

2,47%

2,72%

2,07%

2,28%

3

Rp 200 juta > Rp 400 juta

1,71%

1,88%

1,71%

1,88%

1,40%

1,54%

4

Rp 400 juta > Rp 800 juta

1,20%

1,32%

1,20%

1,32%

1,20%

1,32%

5

Lebih dari Rp 800 juta

1,05%

1,16%

1,05%

1,16%

1,05%

1,16%

Jenis kendaraan bus, truk dan pick up

6

Truk dan pick up

1,33%

1,46%

1,33%

1,46%

1,33%

1,46%

7

Bus

0,71%

0,78%

0,71%

0,78%

0,71%

0,78%

Jenis kendaraan roda dua

8

Semua uang pertanggungan

2,11%

2,32%

2,11%

2,32%

2,11%

2,32%

 

 

Tarif premi asuransi kendaraan bermotor untuk total loss only (TLO)

Kategori

Uang pertanggungan

Wilayah 1

Wilayah 2

Wilayah 3

Batas bawah

Batas atas

Batas bawah

Batas atas

Batas bawah

Batas atas

Jenis kendaraan non bus dan non truk

1

0 > Rp 125 juta

0,47%

0,56%

0,65%

0,78%

0,36%

0,43%

2

Rp 125 juta > Rp 200 juta

044,%

0,53%

0,44%

0,53%

0,31%

378.00%

3

Rp 200 juta > Rp 400 juta

0,29%

0,35%

0,29%

0,35%

0,29%

0,35%

4

Rp 400 juta > Rp 800 juta

0,25%

0,30%

0,25%

0,30%

0,25%

0,30%

5

Lebih dari Rp 800 juta

0,20%

0,24%

0,20%

0,24%

0,20%

0,24%

Jenis kendaraan bus, truk dan pick up

6

Truk dan pick up

0,53%

0,64%

1,05%

1,26%

0,49%

0,59%

7

Bus

0,18%

0,22%

0,18%

0,22%

0,18%

0,22%

Jenis kendaraan roda dua

8

Semua uang pertanggungan

1,76%

2,11%

1,80%

2,16%

0,67%

0,80%

Editor: Barratut Taqiyyah
Telah dibaca sebanyak 3326 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..