kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

ISEF 2020 catat transaksi Rp 5,03 triliun


Minggu, 01 November 2020 / 21:18 WIB
ILUSTRASI. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng. KONTAN/Muradi/2019/06/17


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-7 yang dihelat pada tahun 2020 mencatat transaksi senilai Rp 5,03 triliun.

Bank Indonesia (BI) mengatakan, transaksi tersebut terdiri dari kesepakatan pembiayaan, komitmen transaksi business to business, transaksi ritel business to consumer, dan komitmen wakaf produktif.

Deputi Gubernur BI Sugeng mengatakan, meski ISEF pada tahun ini diselenggarakan dengan konsep yang berbeda alias secara virtual akibat pandemi Covid-19, ini tidak menyurutkan semnagat dalam menyelenggarakan kegiatan tahunan tersebut.

“Ini justru memberikan hidayah dan optimisme penciptaan peradaban baru, yaitu peradaban digital,” kata Sugeng dalam closing ceremony ISEF 2020, Sabtu (31/10).

Senada dengan Presiden RI Joko Widodo, Sugeng menegaskan kalau ISEF 2020 diharapkan mampu mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber baru pertumbuhan nasional, untuk mendukung Indonesia maju dan menjadi salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Ke depan pun, bank sentral mengaku akan terus berkomitmen untuk mengimplementasikan tiga pilar pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, untuk mendukung akselerasi ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Hal yang akan dilakukan adalah dengan pertama, pemberdayaan ekonomi syariah diarahkan untku membangun mata rantai ekonomi halal, dengan sektor-sektor unggulan seperti pertanian, fashion, wisata ramah muslim, dan energi terbarukan.

Kedua, memperkuat keuangan syariah dengan memperluas produk dan akses keuangan baik komersial, yaitu perbankan, pasar keuangan, dan lembaga keuangan lainnya, maupun keuangan sosial, seperti zakat, infak, dan wakaf.

Ketiga, tak lupa bank sentral akan terus mendorong edukasi dan sosialisasi terkait dengan ekonomi dan keuangan syariah kepada masyarakat Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×