KEUANGAN
Berita
Kemenko: Investasi emas di bank kurang pengawasan

INVESTASI EMAS

Kemenko: Investasi emas di bank kurang pengawasan


Telah dibaca sebanyak 1174 kali
Kemenko: Investasi emas di bank kurang pengawasan

JAKARTA. Investasi emas dianggap menjadi andalan di perbankan syariah. Hanya saja, ini dinilai masih memiliki beberapa masalah sehingga pelaksanaannya tak maksimal.

Deputi Kemenko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawady mengatakan, ada dua masalah dalam investasi emas.

"Pertama, yaitu publikasi dan penjelasannya yang kurang. Kedua, adanya penyimpangan," ujarnya pada Workshop Untung Rugi Investasi Emas di Perbankan Syariah, Rabu, (10/4).

Padahal, ada 3 instrumen yang mengatur investasi emas ini yaitu Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perdagangan. Meski begitu, ia menilai pengawasan ketiga lembaga tersebut masih kurang dan harus dikuatkan.

"Kalau dia mengatakan ini investasi emas, lembaga-lembaga itu harus mengawasi. Benar tidak ini syariah?" ujarnya.

Bahkan, ia beranggapan bahwa perlu ada forum pengawasan bersama untuk menjaga investasi emas agar tidak menyimpang dari karakter syariahnya. Di lapangan, harus ada pembedahan mengenai investasi emas ini. Sehingga nasabah bisa berhati-hati dalam melakukan investasi.

Edy melihat, investasi emas ini sebenarnya memiliki sisi positif yang sangat menguntungkan bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. "Karena ada harganya yang stabil," ucapnya.

 

Telah dibaca sebanyak 1174 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..