: WIB    —   
indikator  I  

Kenaikan IHSG menopang bisnis sekuritas

Kenaikan IHSG menopang bisnis sekuritas

JAKARTA. Perusahaan sekuritas yakin bisnisnya bakal bangkit seiring laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kenaikan indeks saham bakal mengerek pendapatan sekuritas di segmen perdagangan saham.

PT Panin Sekuritas Tbk, misalnya, hingga kuartal I-2017 membukukan kenaikan pendapatan 8,26% menjadi Rp 147,18 miliar. Kenaikan tersebut dari komisi transaksi perantara perdagangan efek yang tumbuh 50,54% menjadi Rp 18,23 miliar. Begitu juga segmen pendapatan dividen dan bunga, keuntungan perdagangan efek yang direalisasikan dan yang belum direalisasikan, pun bertumbuh.

Alhasil, laba periode berjalan PANS terangkat 14,78% menjadi Rp 88,62 miliar di kuartal I 2017. Menurut Prama Nugraha, Direktur Panin Sekuritas, kenaikan kinerja ditopang pergerakan IHSG. Hingga 15 Juni 2017, IHSG naik 9,05% ke 5.776,28. "Kenaikan indeks cukup mendukung, sehingga mendorong pertumbuhan tren bisnis kami di tahun ini," kata dia.

Prama menjelaskan, saat ini, kontribusi pertumbuhan terbesar Panin Sekuritas dari nasabah ritel melalui online trading. Pada tahun 2014, kontribusi segmen ini masih 21%, per Maret 2017 meningkat menjadi 36%.

Jumlah investor Panin Sekuritas juga naik dari 7.000 pada 2014. Per Maret 2017 sudah mencapai 12.000 investor. "Ritel sangat mendominasi sekitar 97%, sisanya 3% berasal dari investor institusi," ujar Prama.

Tambah segmen ritel

Ke depan, Panin akan melakukan sosialisasi kepada investor agar tidak takut berinvestasi di pasar modal. Langkah tersebut diharapkan bisa mengerek laba bersih 20% dari tahun 2016 sebesar Rp 254 miliar. "Kontributor utama memang lebih banyak aktif di bisnis broker dan juga dari anak usaha Panin Asset Management," kata Prama.

Serupa, Presiden Direktur Indo Premier Sekuritas Moleonoto The mengatakan, tahun ini segmen equity trading akan berkontribusi signifikan. Hingga kuartal I-2017, kontribusi pendapatan terbesar Indo Premier berasal dari segmen perdagangan perantara efek sebesar Rp 29,81 miliar dari total pendapatan Rp 83,07 miliar. Total pendapatan tersebut naik dari periode sama 2015 sebesar Rp 61,64 miliar.

Beberapa tahun ke depan, Indo Premier akan fokus mengembangkan distribusi reksadana. Perusahaan ini yakin, prospek bisnis ini akan cukup besar. "Seminggu lalu kami sudah meluncurkan IPOT Pay dengan fitur yang memudahkan dan bermanfaat untuk investor," kata Moleonoto. Ia yakin, semester II kondisi pasar membaik dan akan berimbas terhadap bisnisnya.

Sementara, dua sekuritas BUMN, PT BNI Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas kurang beruntung. Pendapatan BNI Sekuritas misalnya turun 34,42% menjadi Rp 40,62 miliar di kuartal I 2017. Sementara, pendapatan Danareksa turun 20,52% menjadi sekitar Rp 32,29 miliar.

Penurunan pendapatan BNI Sekuritas bersumber dari pendapatan perantara perdagangan efek yang merosot 73,76% menjadi Rp 11,15 miliar. Sedangkan, penurunan pendapatan Danareksa dari pendapatan penjaminan emisi dan penjualan efek.


Reporter Umi Kulsum
Editor Barratut Taqiyyah Rafie

SEKURITAS

Feedback   ↑ x
Close [X]