KEUANGAN
Berita
Kenaikan UMP jadi bom waktu bagi Adira Finance

KENAIKAN UPAH

Kenaikan UMP jadi bom waktu bagi Adira Finance


Telah dibaca sebanyak 3009 kali
Kenaikan UMP jadi bom waktu bagi Adira Finance

YOGYAKARTA. Kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang telah diketuk oleh Pemerintah DKI Jakarta, ternyata dianggap menjadi bom waktu bagi perusahaan multifinance. Kenaikan UMR tersebut akan membengkakkan beban operasional perusahaan.

I Dewa Made Susila, Direktur Keuangan Adira Finance mengeluh, sebagai industri padat karya kenaikan upah karyawan sebesar 40% itu terlalu memberatkan. Padahal, menurutnya, bisnis pembiayaan tengah masuk tren melambat akibat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 43/PMK.010/2012 soal kenaikan uang muka.

"Biaya tenaga kerja di Adira terhadap beban operasional bisa mencapai 70%. Kami memiliki 29.000 pekerja,” jelas Dewa Jumat (30/11) dalam acara Indonesia Outlook 2013 oleh PT Bank Danamon.

Makin beratnya biaya yang harus dikeluarkan belum tentu sebanding dengan pendapatan yang diraup Adira.

Dalam laporan keuangan pada triwulan III tahun ini, beban operasional Adira melonjak hingga 54% dari Rp 2,23 triliun menjadi Rp 3,43 triliun. Beban anak usaha Bank Danamon itu menggelembung karena rasio pencadangan kerugian menjulang hingga 124% dari Rp 277 miliar menjadi Rp 509 miliar.

Sedangkan di sisi beban dari gaji dan tunjangan naik 21% dari Rp 958,4 miliar menjadi Rp 1,163 triliun di September 2012.

 

Telah dibaca sebanyak 3009 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..