: WIB    —   
indikator  I  

Kompetisi bank BUKU III dan BUKU IV kian sengit

Kompetisi bank BUKU III dan BUKU IV kian sengit

JAKARTA. Persaingan bisnis kelompok bank BUKU IV (modal inti di atas Rp 30 triliun) dan BUKU III (modal inti antara Rp 5 triliun sampai Rp 30 triliun) semakin sengit. Hal ini bisa dilihat dari indikator RoA (return on asset).

Berdasarkan catatan KONTAN, RoA bank BUKU III dalam tiga tahun terakhir konsisten naik. Berbanding terbalik, rasio profitabilitas BUKU IV dalam tiga tahun terakhir justru menunjukkan tren penurunan.

Data OJK sampai Februari 2017 menunjukkan, RoA BUKU III sebesar 1,99% atau naik 57 bps secara tahunan atau year on year (yoy). Sedangkan RoA BUKU IV sebesar 2,7% atau turun 41bps secara yoy.

Tren rasio profitabilitas BUKU III yang lebih bagus ini disebabkan kenaikan laba kelompok bank menengah lebih tinggi dibandingkan BUKU IV. Sampai Februari 2017, kenaikan laba BUKU III sebesar 36,23% yoy menjadi Rp 43,54 triliun. Sedangkan BUKU IV mencatat kenaikan laba lebih rendah pada Februari 2017 sebesar 7,6% yoy menjadi Rp 89,64 triliun.

“BUKU III lebih bagus dalam menghimpun dana masyarakat dan lebih kompetitif dalam memanfaatkan teknologi,” ujar Ariastiadi, Kepala Departemen Pengawasan Perbankan II OJK dalam seminar Banking Days Universitas Atmajaya, Senin (16/5).

Menurut Ariastiadi, BUKU III juga tercatat makin efisien terutama dalam hal pencadangan kredit bermasaah. Ke depan, tidak menutup kemungkinan BUKU IV jika tidak melakukan antisipasi bisa saja kinerjanya disalip kelompok bank menengah.

Iman Nugroho Soeko, Direktur Keuangan dan Treasury BTN mengatakan, kenaikan rasio profitabilitas bank didorong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis biaya. “Kami targetkan RoA pada akhir 2017 sebesar 1,6% sampai 1,8%,” ujar Iman kepada KONTAN, Selasa (16/5).

Parwati Surjaudaja, Direktur Utama OCBC NISP mengatakan peningkatan RoA bank dicapai dengan beberapa upaya diantaranya meningkatkan profitabilitas baik dari pendapatan bunga bersih atau melakukan pengelolaan biaya dengan efisiensi.

“Pada akhir tahun diperkirakan RoA akan stabil, tidak banyak meningkiat karena kodisi yang belum sepenuhnya pulih,” ujar Parwati.

Sebagai gambaran saja, RoA BTN sampai kuartal 1 2017 sebesar 1,4%, sedangkan OCBC NISP mencatat ROA pada tiga bulan pertama 2017 sebesar 2,06%.


Reporter Galvan Yudistira
Editor Dupla Kartini

KINERJA BANK

Feedback   ↑ x
Close [X]