: WIB    --   
indikator  I  

Multifinance incar pinjaman luar negeri

Multifinance incar pinjaman luar negeri

JAKARTA. Perusahaan pembiayaan mendiversifikasi sumber pendanaan. Opsi pinjaman dari luar negeri (offshore loan) dinilai cukup menarik.

Chief Executive Officer PT Indomobil Finance Indonesia Gunawan mengatakan, pihaknya baru meraih komitmen pinjaman offshore sindikasi US$ 250 juta. Angka ini melampaui target semula US$ 100 juta. Komitmen ini berasal dari 21 bank, di antaranya dari bank Taiwan, Singapura, Jepang, China, India, tapi ada juga bank di Indonesia. "Pinjaman sindikasi ini akan kami gunakan untuk modal kerja pembiayaan," terang dia.

Selain itu, Indomobil Finance menerbitkan obligasi. Perusahaan ini baru saja menyelesaikan penawaran awal (bookbuilding) penawaran umum berkelanjutan (PUB) II tahap IV senilai Rp 410 miliar. Obligasi ini terdiri tiga seri, yakni seri A tenor 370 hari ditawarkan dengan bunga 8%, seri B tenor tiga tahun dengan kupon 8,8%, dan seri C tenor lima tahun berkupon 9,4%. Total penerbitan PUB II Rp 3 triliun lengkap diterbitkan.

Bunga menarik

Meski begitu, Gunawan tak menutup kemungkinan untuk kembali menerbitkan obligasi pada tahun ini. Waktu penerbitan obligasi disesuaikan dengan kondisi pasar. Tahun ini, kebutuhan pendanaan Indomobil Finance Rp 5 triliun. Dari pinjaman sindikasi dan penerbitan obligasi, kebutuhan dana perusahaan ini sudah terpenuhi 70%. Sisa kebutuhan dana akan dicari dari pinjaman bilateral.

Peluang meraih dana offshore juga tengah diincar PT Finansia Multi Finance (Kredit Plus). Direktur Keuangan Kredit Plus Peter Halim menuturkan, kebutuhan pendanaan perusahaan sepanjang tahun ini Rp 4,2 triliun. Kredit Plus sedang menjajaki pinjaman sindikasi dari dua institusi senilai US$ 50 juta.

Namun, Kredit Plus belum dapat memastikan porsi masing-masing dari kedua institusi tersebut. Peter bilang, kedua institusi tersebut menawarkan rate menarik. Nantinya, pinjaman langsung dalam denominasi rupiah.

Selain offshore, Kredit Plus menggenggam komitmen pendanaan dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk senilai Rp 200 miliar dan PT Bank Mega Tbk senilai Rp 2 triliun. Komitmen ini mengamankan pendanaan hingga semester I-2017.

Kredit Plus juga akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) pada pertengahan tahun ini. Nilainya sekitar Rp 300 miliar. Hingga saat ini, Kredit Plus belum berencana menghelat penerbitan obligasi.

Sebab, saat ini rating Kredit Plus BB+ dari Pefindo. Kredit Plus baru menerbitkan obligasi bila peringkatnya lebih baik ketimbang saat ini. "Kemungkinan akan menerbitkan obligasi tahun depan," ujar Peter.


Reporter Dina Farisah

INDUSTRI PEMBIAYAAN

Feedback   ↑ x
Close [X]