: WIB    —   
indikator  I  

Pembiayaan di luar Jawa meningkat pesat

Pembiayaan di luar Jawa meningkat pesat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren pertumbuhan pembiayaan industri pembiayaan (multifinance) di luar Jawa bertumbuh. Hingga Oktober 2017, kenaikan pembiayaan di luar Jawa melampaui pertumbuhan di Jawa.

Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Oktober 2017, total piutang pembiayaan industri pembiayaan mencapai Rp 425,53 triliun. Jika diperinci, pembiayaan di luar Jawa Rp 134,95 triliun, menyumbang 31,71% dari total pembiayaan dan meningkat 25,30% year on year (yoy).

Pembiayaan di Jawa sebesar Rp 290,27 triliun atau setara 68,21% dari total pembiayaan dan hanya tumbuh 2,07% secara yoy (lihat tabel). Sisanya pembiayaan ke luar Indonesia sebesar Rp 307 miliar.

Presiden Direktur Astra Sedaya Finance (ASF) Jodjana Jody mengatakan, permintaan pembiayaan di luar Jawa semakin bergairah setelah dua tahun belakangan sempat tertekan. Ke depan, ASF optimistis lingkup di luar Jawa masih tumbuh disokong membaiknya perekonomian dalam negeri.

Saat ini, porsi pembiayaan ASF didominasi Jawa (65%) lalu sisanya luar Jawa. Jodjana menyatakan, porsi tersebut saat ini sudah termasuk ideal dibanding dua tahun lalu di mana porsi Jawa 70%.

Berkat harga komoditas

Potensi pasar pembiayaan di luar Jawa pun diyakini PT Indosurya Inti Finance. Saat ini, Indosurya Finance memiliki 70 kantor cabang terdiri dari 80% di Jawa dan sisanya luar Jawa. Tahun ini, Indosurya Finance menjajaki Kalimantan dan Sulawesi. "Potensinya masih cukup baik, khususnya di kedua tempat tersebut saat harga komoditas stabil," kata Managing Director Indosurya Finance Mulyadi Tjung, Senin (4/12).

Tahun depan Indosurya Finance belum berencana menambah kantor cabang baru. Indosurya hanya akan fokus mengembangkan jalur digital.

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) bakal memperluas penetrasi pasar pembiayaan di luar Jawa pada 2018. Direktur Keuangan WOM Finance Zacharia Susantadiredja bilang, pembangunan infrastruktur di luar Jawa mendongkrak pertumbuhan pembiayaan.

Bahan bakar minyak satu harga jadi pendongkrak pembiayaan. Hanya saja, kontribusi pembiayaan Jawa masih menyumbang 85%, sisanya luar Jawa. Tahun depan, Zacharia akan menambah lima kantor cabang di luar Jawa.

PT Smart Multi Finance juga ekspansif dengan menambah kantor baru di Jambi. Smart Multi Finance berharap kantor baru ini memberi nilai tambah dan dampak tinggi bagi masyarakat. Saat ini, Smart Finance memiliki 45 jaringan kantor di Indonesia. Kantor ini diharapkan meningkatkan kualitas layanan Smart Finance.


Reporter Umi Kulsum
Editor Dessy Rosalina

MULTIFINANCE

Feedback   ↑ x