: WIB    —   
indikator  I  

Resep Multifinance lunasi utang jatuh tempo

Resep Multifinance lunasi utang jatuh tempo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Obligasi jatuh tempo perusahaan pembiayaan hingga akhir tahun ini mencapai Rp 6,3 triliun. Multifinance memiliki cara sendiri membayar kewajiban mereka.

PT Adira Dinamika Multi Finance, semisal, memiliki obligasi sebesar Rp 808 miliar yang jatuh tempo pada 12 November. Direktur Adira Finance I Dewa Made Susila mengatakan, untuk pembayaran obligasi yang akan jatuh tempo akan memakai dana cash flow perusahaan.

Misalnya saja dari pembayaran cicilan dari para nasabah Adira Finance. "Nilainya mencapai sekitar Rp 2,6 triliun tiap bulannya," kata Made.

Di sisi lain, penerbitan obligasi menjadi kegiatan rutin untuk menggalang dana. Termasuk beberapa obligasi yang rencananya akan dilakukan pada tahun ini.

Adira Finance berencana menerbitkan obligasi baru dalam PUB obligasi IV dan sukuk mudharabah III pada paruh kedua tahun ini. Jatah plafon dari PUB obligasi III dan sukuk mudharabah II sudah diselesaikan pada semester I-2017.

Penerbitan obligasi tersebut untuk mendukung penyaluran kredit sepanjang tahun ini yang ditargetkan menyentuh Rp 31 triliun. Sampai Agustus 2017, penyaluran pembiayaan anak usaha Bank Danamon tersebut telah mencapai Rp 21,2 triliun.

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) juga memiliki obligasi jatuh tempo senilai Rp 500 miliar. Obligasi yang terbit pada tahun 2014 lalu akan jatuh tempo pada 5 Desember 2017.

Direktur Keuangan WOM Finance Zacharia Susantadiredja menjelaskan, untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo tahun ini, WOM Finance akan menerbitkan obligasi kembali di kuartal IV tahun ini. "Untuk nominal penerbitan belum final dan belum kick off dengan underwriter," kata dia, Rabu (11/10).

PT BFI Finance Indonesia pun harus membayar obligasi jatuh tempo Rp 317 miliar pada 5 November 2017. Direktur IT & Keuangan BFI Finance Sudjono mengatakan, pihaknya sangat siap untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo bulan depan ini.

"Internal cash flow kami sebulan di atas Rp 1 triliun, jadi untuk pengembalian Rp 317 miliar seharusnya tidak akan ada issue," kata Sudjono. BFI Finance berencana merilis obligasi lagi senilai Rp 500 miliar-750 miliar di pertengahan kuartal IV tahun ini.

Hanya saja, dana hasil penerbitan tersebut tidak digunakan untuk membayar kembali utang alias refinancing. Hingga akhir tahun ini, BFI menargetkan menyalurkan kredit senilai Rp 13 triliun.


Reporter Tendi Mahadi, Umi Kulsum
Editor Dessy Rosalina

MULTIFINANCE

Feedback   ↑ x
Close [X]