: WIB    —   
indikator  I  

Shinhan Bank targetkan masuk BUKU III di 2020

Shinhan Bank targetkan masuk BUKU III di 2020

JAKARTA. PT Bank Shinhan Indonesia menargetkan bisa masuk menjadi kelompok BUKU III (modal inti antara Rp 5 triliun sampai Rp 30 triliun) pada 2020. Hal ini salah satunya dilakukan dengan suntikan dari induk.

Byun Sang Mo, Presiden Direktur Bank Shinhan Indonesia mengatakan dalam dua tahun ke depan akan ada suntikan dari induk Shinhan Bank sebesar Rp 2 triliun.

"Pasar keuangan Indonesia kami nilai masih sangat potensial maka kantor pusat kami ingin investasi lebih banyak uang untuk perkembangan infrastruktur Shinhan Bank Indonesia," ujar Byun Sang Mo, ketika ditemui dalam penyerahan CSR di SMA 3 Jakarta, Selasa (9/5).

Setelah menjadi BUKU III menurut Byun Sang, Bank Shinhan  Indonesia juga akan melakukan IPO atau penawaran umum perdana. Dengan IPO dan menjadi BUKU III harapannya bank bisa memberikan layanan penuh kepada nasabah.

Sebagai gambaran pada kuartal 1 2017 Bank Shinhan mempunyai modal inti sebesar Rp 2,12 triliun atau masuk dalam kelompok BUKU II.

Selain itu pada dua tahun ke depan bank juga berkomitmen untuk meningkatkan kinerja dengan menambah semakin banyak cabang dan sumber daya manusia.

Saat ini menurut Byun Sang, kinerja bank lebih didukung oleh penyaluran kredit di segmen UKM dan korporasi. Diharapkan nanti bank bisa melakukan diversifikasi dengan masuk ke segmen ritel.

Oleh karena itu pada semester 2 2017 ini bank akan mulai mengembangkan internet banking dan pembayaran kredit untuk korporasi (payment based corporate loan).

Sampai akhir tahun Bank Shinhan menargetkan realisasi kredit sebesar Rp 6 triliun atau naik 202% secara tahunan atau year on year (yoy). Dari sisi profitabilitas pada akhir 2017 bank menargetkan laba bersih Rp 66 miliar atau naik 1078% secara yoy.

Sebagai gambaran pada kuartal 1 2017 laba bersih Bank Shinhan Indonesia hanya naik tipis 1,79% yoy menjadi Rp 57 miliar. Hal ini disebabkan karena adanya kenaikan biaya operasional sebesar 90% yoy.

Menurut Ridwan A Goenawan, Direktur Operasional Bank Shinhan Indonesia kenaikan biaya operasional ini karena efek dari merger. "Karena penggabungan IT dan penyesuaian perangkat keras dan lunak baru setelah bank merger," ujar Ridwan.


Reporter Galvan Yudistira
Editor Hendra Gunawan

KINERJA BANK

Feedback   ↑ x
Close [X]