kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Bank Mandiri: Dana mengendap di kartu E-Money capai Rp 700 miliar


Jumat, 02 Februari 2018 / 21:30 WIB
Bank Mandiri: Dana mengendap di kartu E-Money capai Rp 700 miliar
ILUSTRASI. Kartu uang elektronik e-money Bank Mandiri


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk mencatat, dana yang mengendap di uang elektronik E-Money pada 2017 lalu mencapai Rp 700 miliar.

Dana ini masuk dalam kategori kewajiban segera sehingga tidak bisa diakui menjadi dana pihak ketiga (DPK).

Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Bank Mandiri bilang, berdasarkan aturan BI dana mengendap di e-money memang tidak bisa diakui menjadi DPK.

"Namun, ke depan BI harus mengatur dana ini karena jumlahnya semakin banyak, tindakan apa yang bisa dilakukan bank apakah bisa diakui sebagai CSR?" kata Tiko sapaan akrabnya, Rabu (31/1).

Selain itu, yang harus diperhatikan dalam transaksi uang elektronik ini adalah keamanan dana masyarakat yang ada didalamnya ketika hilang.

Bank BUMN mencatat ada 9,2 juta kartu uang elektronik yang sudah dicetak selama 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×