KEUANGAN
Berita
BI wilayah Bali bentuk forum pengaduan nasabah

FORUM PENGADUAN NASABAH

BI wilayah Bali bentuk forum pengaduan nasabah


Telah dibaca sebanyak 740 kali
BI wilayah Bali bentuk forum pengaduan nasabah

DENPASAR. Kasus kejahatan perbankan yang semakin marak, membuat angka pengaduan nasabah kian meningkat. Tidak terkecuali di kota besar laiknya Bali.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Bank Indonesia (BI) I Gede Made Saguna mengatakan, selama 2012 kemarin, ada sekitar 17 pengaduan nasabah perbankan yang melapor ke BI untuk bantuan mediasi. Catatan saja, pengaduan ini lantaran kasus tidak terselesaikan antara nasabah dengan bank yang bersangkutan.

Atas dasar itulah, kantor perwakilan BI wilayah III yang mencakup Bali dan Nusa Tenggara membentuk Forum  Komunikasi Petugas Pengaduan Nasabah (FKP2N) Bali. Ini adalah forum pertama yang dibentuk dalam rangka perlindungan nasabah. "Forum ini jadi penting terutama dalam hal pengawasan BI. Forum ini juga untuk memfasilitasi penanganan pengaduan nasabah," ujar dia di sela-sela Seminar Perlindungan Nasabah di Kuta,Bali (24/4)

FKP2N adalah forum yang beranggotakan contact person petugas penanganan nasabah di masing-masing bank. Saat ini, ada 60 anggota FKP2N yang sebagian besar atau terdiri dari bank umum sebanyak 49 orang. Sisanya merupakan perwakilan dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

I Gede menambahkan, ada tren peningkatan pengaduan nasabah baik di nasional ataupun Bali. Apalagi, saat ini industri perbankan Bali tumbuh signifikan. "Tapi, bukan berarti meningkatnya pengaduan karena ada kejahatan. Bisa jadi karena kelalaian dan kegagalan sistem," ujar I Gede.

Di Bali sendiri, pengaduan nasabah didominasi kasus penyaluran dana atau kredit. Selanjutnya, menyangkut sistem pembayaran dan penghimpunan.

Editor: Barratut Taqiyyah
Telah dibaca sebanyak 740 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Waralaba makanan tetap menggiurkan

    +

    Peluang bisnis waralaba dan minuman tahun depan masih menjadi pilihan yang paling menguntungkan bagi pebisnis

    Baca lebih detail..

  • Banyak jalan menuju pasar dunia

    +

    Inilah kiat dan strategi menembus pasar ekspor sejumlah komoditas agribisnis dan perkebunan

    Baca lebih detail..