KEUANGAN
Berita
Merayu nasabah bank dengan iming-iming hadiah

TABUNGAN BERHADIAH

Merayu nasabah bank dengan iming-iming hadiah


Telah dibaca sebanyak 16588 kali
Merayu nasabah bank dengan iming-iming hadiah

JAKARTA. Awal pekan lalu, Juliana (30) mendatangi salah satu kantor Bank OCBC NISP. Karyawan swasta ini berniat membuka rekening di bank tersebut, terpikat hadiah. Bank menjanjikan iPad 2 untuk nasabah yang memiliki simpanan minimal Rp 25 juta.

Tawaran hadiah dalam rangka Hari Raya Imlek itu tentu menggiurkan. Harga iPad 2 saat ini antara Rp 6,2 juta - Rp 7,2 juta, sementara nasabah cukup menyetor Rp 25 juta. Artinya, nilai hadiah setara 24% - 28% dari duit nasabah.

Setelah bertemu customer service, Juliana memutuskan memikirkan kembali rencananya. "Setoran awal memang Rp 25 juta, tetapi dana yang harus terkunci sebesar Rp 20 juta selama tujuh tahun," ujarnya.

Nasabah bisa saja mencairkan dana sebelum jatuh tempo, tetapi terkena penalti. Jika menarik dana di tahun pertama atau ketiga, penaltinya sebesar Rp 7,5 juta. Jika penutupan rekening di tahun keempat, potongannya sebesar Rp 4,2 juta. Tahun keenam, penalti turun lagi menjadi Rp 2 juta.

Dessy, salah satu petugas bank OCBC NISP, menjelaskan hal serupa. Dia menambahkan, selain tablet canggih, nasabah juga mendapatkan kartu kredit dan bunga tabungan kompetitif.

Nasabah dengan kepemilikan dana antara Rp 30 juta sampai Rp 100 juta memperoleh bunga 2% per tahun. Untuk tabungan mulai Rp 100 juta – Rp 500 juta, berbunga 3% per tahun. Jika kurang dari Rp 30 juta menerima 0,2%. "Keuntungan lain, gratis biaya tarik tunai di ATM Prima, ATM Bersama, OCBC Bank di Singapura, dan beberapa bank di Malaysia," kata Dessy. Bank juga tidak mengutip biaya administrasi.

Melihat skema itu, nasabah sebenarnya tidak untung. Andaikan dana senilai Rp 20 juta itu terkunci selama tujuh tahun di produk deposito, nasabah bisa mendapat bunga sekitar Rp 9,1 juta selama tujuh tahun. Ini dengan asumsi bunga 6,5% per tahun, rata-rata bunga deposito terendah saat ini.

Betul, produk OCBC NISP ini tabungan, sehingga hitungan bunganya lebih kecil dibandingkan deposito. Tetapi, jika tabungan harus terkunci selama 7 tahun, apa bedanya dengan deposito?

Lisa Soemarto, perencana keuangan menyarankan nasabah berpikir lagi sebelum memutuskan. Menurut dia, jika dibandingkan investasi seperti reksadana, keuntungan nasabah berlipat ganda, bahkan jauh melebihi nilai hadiah.

Lisa menambahkan, seandainya bank memberikan bunga simpanan setara deposito, hal itu wajar. Atau, setidak-tidaknya, dana nasabah terkunci di bawah enam bulan. Jika besaran bunga mengacu ke tabungan dan rekening terkunci selama tujuh tahun, nasabah rugi.

Lain pula Bank Permata. Bank patungan Astra International dan Standard Chartered Bank ini menggelar Permata Famillionaire yang keempat kali. Promo sejak 1 November 2011 – 29 Februari 2012 ini tak cuma menyediakan hadiah langsung, juga kesempatan memenangkan undian uang tunai hingga Rp 2 miliar.

Hadiah langsung sepeda merek United untuk nasabah dengan setoran Rp 50 juta dan dana mengendap minimal enam bulan.

Bank Internasional Indonesia (BII) juga tak mau kalah. Bank yang mayoritas sahamnya milik investor asal Malaysia ini menawarkan hadiah langsung plus angpau. Isi angpau beragam, mulai cangkir keramik sampai koin emas naga. Caranya, membuka rekening Tabungan BII, Gold atau Woman One, atau Tabungan BII SuperValas.

Nyoman Anie Puspitasari, Saving and Time Deposit Product Head BII menuturkan, promo Imlek ini berlaku untuk nasabah baru dan nasabah lama. "Hanya dengan penempatan dana dalam jangka waktu tertentu, minimal Rp 8 juta untuk tabungan rupiah atau US$ 800 untuk tabungan BII SuperValas USD," kata dia.

Bank menggelar program hadiah untuk menggenjot penerimaan dana pihak ketiga (DPK), terutama dari nasabah individu. Direktur Utama OCBC NISP, Parwati Surjaudaja mengatakan, berbagai promo itu diharapkan mampu mendongkrak DPK 20% - 30% dan memperbanyak porsi dana murah. Saat ini, tabungan dan giro berkontribusi 55% - 60%.

Bank menolak anggapan pemberian hadiah ini menciptakan inefisiensi dan persaingan tidak sehat. Bagi mereka, dana yang dianggarkan untuk hadiah tak sebanding dengan DPK yang terkumpul.

Telah dibaca sebanyak 16588 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • DJP minta caleg dan capres transparan data pajak

    +

    Pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan presiden baru sebentar lagi mewarnai tahun 2014

    Baca lebih detail..

  • Akbar Tandjung siap jadi cawapres Jokowi

    +

    Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menyatakan siap maju sebagai bakal calon wakil presiden, termasuk berpasangan dengan Joko Widodo

    Baca lebih detail..