: WIB    —   
indikator  I  

Dua bank tembus aset Rp 1.000 triliun

Dua bank tembus aset Rp 1.000 triliun

JAKARTA. Kendati ekonomi loyo, mayoritas bank papan atas masih bisa mencetak pertumbuhan aset sepanjang tahun lalu. Malah, dua bank pemerintah, aset konsolidasi Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) sudah menembus Rp 1.000 triliun.

Secara konsolidasi, Bank Mandiri tercatat sebagai bank dengan pemilik aset tergendut yakni Rp 1.038,7 triliun disusul BRI yang memiliki aset Rp 1.003,64 triliun. Namun jika hanya berdasarkan aset bank saja (bank only), BRI menjadi jawaranya dengan nilai aset Rp 946 triliun.

Sementara aset konsolidasian dan bank only Bank Central Asia (BCA) yang masing-masing bernilai Rp 676,73 triliun dan Rp 662,59 triliun, menempati urutan ketiga, sekaligus menjadi bank swasta terbesar (lihat tabel). Per Desember 2016, total nilai aset perbankan Indonesia mencapai Rp 6.729,8 triliun.

Posisi di Asia

Meski demikian, nilai aset perbankan Indonesia masih kalah jauh dibandingkan dengan bank lain di kawasan Asia Tenggara. Lihat saja misalnya aset DBS Group Holdings. Bank terbesar di Singapura itu mempunyai total aset mencapai US$ 341,39 miliar atau setara Rp 4.557,56 triliun per kuartal III-2016.

Namun soal mencetak laba, perbankan Indonesia lebih unggul. Per akhir 2016, return on asset (ROA) perbankan Indonesia mencapai 2,23%. Sementara, ROA DBS di kuartal III-2016 cuma 0,94%,.

Direktur Keuangan dan Tresuri Bank Mandiri, Pahala N. Mansury menargetkan pertumbuhan aset konsolidasi minimal sebesar 10% di tahun 2017. "Kami akan terus meningkatkan aset, paling tidak mencapai Rp 1.100 triliun," ujar Pahala, Selasa (14/3).

Bank Mandiri mengalokasikan kucuran tambahan modal bagi anak usaha sekitar Rp 1,5 triliunRp 2 triliun. Bank ini juga menganggarkan dana sekitar Rp 1 triliunRp 2 triliun yang untuk mengembangkan usaha secara non organik.

Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI menyatakan, aset bank only BRI tahun ini bisa tumbuh 12%-14% dari ekspansi kredit dan pengembangan bisnis anak usaha.

Bank swasta terbesar di Indonesia, BCA, tidak memasang target spesial pertumbuhan aset. Sekretaris Perusahaan BCA, Jan Hendra menyatakan, BCA akan mengambil peluang untuk meningkatkan pertumbuhan aset.


Reporter Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang, Nina Dwiantika
Editor Sanny Cicilia

KINERJA BANK

Feedback   ↑ x
Close [X]