kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Perbankan Perkuat Komitmen di Sektor Hijau, Kredit Ramah Lingkungan Terus Tumbuh


Sabtu, 14 Februari 2026 / 08:23 WIB
Perbankan Perkuat Komitmen di Sektor Hijau, Kredit Ramah Lingkungan Terus Tumbuh
ILUSTRASI. Kredit hijau bank tumbuh pesat, tawarkan peluang baru. Pelajari strategi perbankan dan potensi cuan investasi di ekonomi rendah karbon. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tahun lalu, perbankan Indonesia semakin giat menunjukkan komitmennya terhadap sektor hijau melalui pembiayaan berkelanjutan dan berbagai inisiatif ramah lingkungan. Langkah ini sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap ekonomi rendah karbon dan pembangunan berkelanjutan di Tanah Air.

Salah satu contoh nyata datang dari Bank Central Asia (BCA). Bank swasta terbesar ini mencatat pertumbuhan kredit hijau yang positif, mencapai 14,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga akhir 2025, dengan total nilai Rp 113 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 13,8% yoy.

Capaian ini sejalan dengan tren positif kredit berkelanjutan BCA yang pada 2025 sudah setara 25,8% dari total portofolio pembiayaan bank, atau senilai Rp 255 triliun.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini salah satunya didorong oleh peningkatan pembiayaan ke sektor energi baru terbarukan (EBT) yang naik dua kali lipat menjadi Rp 6,2 triliun, serta kredit kendaraan bermotor listrik yang tumbuh 53% yoy mencapai Rp 3,6 triliun.

Baca Juga: Prabowo Minta Danantara Tingkatkan ROA 7%, Begini Respons Himbara

Hendra menambahkan bahwa BCA juga melakukan berbagai upaya untuk mengurangi emisi karbon, termasuk melalui pengelolaan limbah dan inisiatif keberlanjutan lainnya, seperti digitalisasi, gedung ramah lingkungan, serta konservasi alam.

“Potensi pengurangan emisi operasional mencapai 5.575 ton karbon dioksida ekuivalen,” ungkap Hendra dalam keterangannya.

Selain BCA, Permata Bank juga menunjukkan komitmen serupa. Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menyebut bahwa kredit hijau telah menjadi bagian strategis dari portofolio pembiayaan bank. Dalam tiga tahun terakhir, portofolio pembiayaan berkelanjutan Permata Bank tercatat meningkat signifikan.

“Kredit hijau menunjukkan tren pertumbuhan positif, dengan porsi yang terus meningkat sejalan dengan fokus pada pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan,” ungkap Meliza kepada Kontan, awal pekan ini.

Pada 2025, kredit hijau Permata Bank tumbuh 33% yoy menjadi Rp 30,1 triliun, setara 18,4% dari total portofolio pembiayaan bank. Bank menargetkan pembiayaan untuk berbagai inisiatif ramah lingkungan, termasuk proyek energi terbarukan.

Selain itu, Permata Bank menghadirkan produk Green Mortgage, khusus untuk proyek developer bersertifikat hijau, serta kredit hijau untuk kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi menuju ekonomi rendah karbon.

“Kami melihat tingginya peluang pertumbuhan yang berkelanjutan, baik dari sisi pembiayaan corporate maupun consumer, dengan tren permintaan yang terus menguat di berbagai sektor ramah lingkungan,” jelas Meliza.

Baca Juga: Sinergi BPR, Koperasi dan Securities Crowdfunding Jadi Kunci UMKM Naik Kelas

Di sisi mortgage, Bank Tabungan Negara (BTN) turut menunjukkan komitmen hijaunya melalui pembiayaan rumah rendah emisi. Hingga akhir 2025, BTN menyalurkan pembiayaan untuk 11.412 unit rumah rendah emisi dengan total nilai sekitar Rp 2,3 triliun.

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menjelaskan bahwa ada empat kriteria rumah rendah emisi yang dibiayai, meliputi efisiensi energi, efisiensi air, pengelolaan sampah, dan pengurangan polusi. Total rumah rendah emisi yang mendapat pembiayaan BTN setara dengan pembangunan 2.677 pohon per tahun.

Target jangka panjang BTN adalah memperluas pembiayaan hingga 200.000 unit rumah rendah emisi pada 2030. Tahun ini, bank menargetkan pembiayaan untuk 20.000 unit. Untuk mencapai target tersebut, BTN menggandeng pengembang dan mitra startup yang memproduksi material ramah lingkungan dari sampah.

“Kami sedang mencari pengusaha di setiap pulau karena bisnis ini inklusif, jadi siapa saja bisa terlibat. Saat ini angkanya baru 11.000, kalau mau mencapai jutaan tentunya perlu dukungan lebih banyak startup,” tutur Setiyo dalam media briefing belum lama ini.

Selanjutnya: Mudik Gratis Bersama KAI 2026, Ini Syarat dan Jadwal Keberangkatannya

Menarik Dibaca: Promo Tiket DAMRI Diskon 70% di Valentine Hari Ini, Jangan Sampai Kelewatan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×