kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Fidusia multifinance terkendali lima hal


Senin, 22 April 2013 / 10:58 WIB
ILUSTRASI. Serial animasi Inside Job, yang tayang di Netflix ceritakan konspirasi dunia.


Reporter: Mona Tobing |

JAKARTA. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 130/PMK 010/2012 tentang Pendaftaran Fidusia telah berlaku sejak Agustus tahun lalu. Namun praktik di lapangan, penerapan fidusia masih mendapati kendala. Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) merinci ada 5 persoalan yang dihadapi multifinance.

Pertama, kantor pendaftaran yang terbilang sedikit. Saat ini baru 33 kantor yang melayani fidusia. "Padahal ada 5.000 kontrak tiap hari di 2.000 kantor cabang multifinance di Indonesia," kata Ketua APPI, Wiwie Kurnia pada Senin (22/4) dalam sosialisasi pendaftaran fidusia secara online.

Kedua, biaya penjaminan yang diperkirakan senilai Rp 25.000 sampai Rp 400.000 setiap kendaraan. Tapi penerapannya di lapangan membengkak mencapai Rp 300.000 sampai Rp 700.000. Ketiga, penerapan pendaftaran di seluruh kantor cabang dibatasi. Misalnya di DKI Jakarta hanya melayani 40-60 berkas/hari.

Keempat, selesainya sertifikat yang terbilang lama. "Butuh waktu lebih dari 2 minggu sampai 1 bulan," terang Wiwie. Terakhir/kelima, kendala di notaris yang pelaksanaannya meminta kehadiran konsumen setiap penandatanganan akta. Padahal dalam pelaksanaannya tidak memungkinkan karena jumlah kontrak yang terlalu banyak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×