: WIB    —   
indikator  I  

Pembiayaan fintech diyakini tumbuh pesat di 2017

Pembiayaan fintech diyakini tumbuh pesat di 2017

JAKARTA. Perusahaan financial technology (fintech) yakin pertumbuhan bisnis di bakal kian mentereng. UangTeman misalnya, sepanjang 2016 sudah menyalurkan pembiayaan Rp 25 miliar.

Aidil Zulkifli, CEO & Co -Founder UangTeman mengatakan, pinjaman tersebut diberikan pada 5.000 nasabah dengan 50% meminjam kembali. "Tahun ini, total penyaluran pinjaman (transaksi) kami bertumbuh tiga kali lipat dibanding tahun lalu. Tahun depan kami berharap transaksi tumbuh tiga kali lipat jadi Rp 100 miliar," kata Aidil.

Donna Arifin, Director of Marketing and Communication UangTeman menuturkan, hingga Desember 2016, jumlah pinjaman pertama meningkat dari Rp 2 juta jadi Rp 3 juta. Bagi peminjam yang lunas dapat meminjam kembali maksimal Rp 4 juta.

UangTeman juga memberi diskon biaya layanan (bunga) dari 1% per hari menjadi 0,7% per hari. UangTeman memberikan tenggat waktu pinjaman 10-30 hari. Bagi peminjam melunasi sebelum jatuh tempo tidak dikenakan penalti.

Tahun depan, kata Aidil,  UangTeman mengembangkan model bisnis dari saat ini berupa balance sheet lending merambah ke model bisnis peer to peer lending. Selain itu, UangTeman meluncurkan produk baru berupa settlement loan. Pihaknya juga tengah merancang produk khusus bagi UMKM di 2017.

Adrian Gunadi, Chairman & Co Founder PT Investree Radhika Jaya mengatakan, per 19 Desember 2016, pihaknya telah memfasilitasi pinjam-meminjam langsung Rp 43,9 miliar. Angka ini menggelembung sejak Investree beroperasi Mei 2016. Dari total transaksi tersebut, Rp 28,5 miliar sudah lunas. Sisanya outstanding.

"Harapan kami, pinjaman disalurkan hingga akhir tahun Rp 50 miliar. Tahun depan, kami menargetkan minimal penyaluran pinjaman yang kami fasilitasi Rp 100 miliar," ujar Adrian. Artinya, pertumbuhan transaksi dipatok dua kali lipat. Sejauh ini, rata-rata pinjaman Investree Rp 10 juta per nasabah.

Adapun return bagi pemberi pinjaman 17,4%. Angka tersebut sangat tinggi dibandingkan deposito. Adrian bilang, realisasi return menggiurkan tersebut mendorong pemberi pinjaman aktif menyalurkan dananya kepada peminjam.

Sejauh ini belum ada kasus gagal bayar. Sebab skema pembayaran pinjaman Investree antara lain berupa invoice, tagihan dan potong gaji. Di 2017, Investree akan menggandeng dua perbankan untuk berkolaborasi menjual produk Investree. Tapi, nama banknya masih dirahasiakan.


Reporter Dina Farisah
Editor Dupla KS

FINTECH

Feedback   ↑ x
Close [X]