KEUANGAN
Berita
Perkembangan market share perbankan syariah lambat

PERBANKAN SYARIAH

Perkembangan market share perbankan syariah lambat


Telah dibaca sebanyak 634 kali
Perkembangan market share perbankan syariah lambat

JAKARTA. Pengamat perbankan syariah, Rizqullah, mengkritisi lambatnya perkembangan market share perbankan syariah dibanding perbankan umum nasional. Kondisi ini disebabkan pemerintah hanya jadi penonton dalam perkembangan bisnis perbankan syariah.

"Seharusnya pemerintah tidak hanya berwacana. Tetapi menelurkan kebijakan yang nyata," kata Rizqullah pada KONTAN, Senin (3/3). Sebagai contoh, pemerintah mestinya bisa mengatur secara tegas agar menempatkan sebagian dana APBN ataupun APBD seluruh Indonesia ke bank-bank syariah. Nyatanya hal ini tidak pernah dilakukan sampai sekarang.

Mantan Direktur Utama BNI Syariah ini juga mengakui sosialisasi dan edukasi manfaat perbankan syariah kepada masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim masih sangat kurang. "Tapi industri perbankan syariah kita sebetulnya sudah jauh lebih maju dibanding 10 tahun silam," ujar Rizqullah.

Rizqullah juga mengingatkan market share bukan satu-satunya tolak ukur untuk mengetahui perkembangan perbankan syariah. Aspek lain seperti jumlah nasabah, jangkauan pelayanan kantor cabang juga harus diperhitungkan. "Harus diingat, kiprah bank umum konvensional sudah jauh lebih lama," pungkas Bendahara Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) ini.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per Desember 2013, total aset bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) mencapai Rp 233,12 triliun. Hanya 4,70% dari total aset perbankan umum nasional sebesar Rp 4.954,46 triliun.

Pertumbuhan aset perbankan syariah amat lambat. Nyatanya pada 2012, total aset BUS dan UUS mencapai Rp 195,01 triliun. Hanya 4,63% dari total aset perbankan umum nasional sebesar Rp 4.211,03 triliun.

Editor: Barratut Taqiyyah
Telah dibaca sebanyak 634 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..