kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.316
  • LQ451.100,19   1,30   0.12%
  • SUN106,45 -0,03%
  • EMAS588.852 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Proses restrukturisasi Bumiputera kian pelik

Senin, 09 Januari 2017 / 08:31 WIB

Proses restrukturisasi Bumiputera kian pelik

JAKARTA. Proses restrukturisasi Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJBB) masih menyimpan banyak tanya. Proses yang tak transparan serta skema penyelamatan AJBB yang rumit memantik sengketa pendapat pengelola statuter AJBB.

Dampaknya: dua pengelola statuter AJBB yakni Dirman Pardosi dan Supandi mundur per 2 Januari lalu. Mereka tak setuju dengan skema restrukturisasi AJBB.

Dalam skema penyelamatan AJBB, PT Bumiputera 1912 (B1912), anak usaha yang baru dibentuk Juni 2016 akan jadi penyelamat defisit perusahaan AJBB. Tanpa memindah tanggungan polis AJBB Rp 20 triliun atas 6,7 juta pemegang polis, anak usaha ini: B1912 memiliki tiga unit usaha PT Bumiputera Investama Indonesia (BII), PT Bumiputera Properti Indonesia (BPI), dan PT Bumiputera Life Insurance (BLI). Dengan aset itu, B1912 berbisnis.

Dalam skema restrukturisasi, B1912 yang sudah diakuisisi anak usaha Evergreen: PT Pacific Multi Industri ini wajib memberikan keuntungan 40% ke AJBB untuk membantu menutup defisit liabilitas, minimal 12 tahun.

Dirman mengatakan, pembayaran tangible dan intangible aset secara cash lebih baik. "Perhitungan saya, dengan cara itu dananya cukup untuk membayar kewajiban," kata Dirman, Minggu (8/1).

Irvan Raharjo, Tim Advokasi Penyelamatan AJBB juga menilai, skema restrukturisasi AJBB tak transparan sehingga berpotensi menuai gugatan pemegang polis selaku pemilik AJBB. Kata dia, Otoritas Jasa keuangan (OJK) mengabaikan anggaran dasar AJBB pasal 40 dengan membentuk tim pengelola statuter.

Dalam anggaran dasar tertulis pembubaran AJBB hanya dapat terjadi atas permintaan sekurang-kurangnya setengah plus satu dari seluruh pemegang polis yang mewakili minimal dua pertiga dari seluruh uang pertanggungan.

Menurut informasi yang didapat Irvan, ini lantaran sejumlah konglomerasi di bidang properti ada di belakang Erick Thohir berniat. Mereka mengincar lima aset properti AJBB.

"Yaitu di kawasan Menteng, Sudirman, Kebayoran, Depok dan Surabaya," kata Irvan yang juga mantan Komisaris AJBB ini ke KONTAN Minggu (8/12).

Adhie Massardi, anggota statuter AJBB bilang, pihaknya sudah menjelaskan proses restrukturisasi ke perwakilan AJBB di daerah. "Semuanya clear," kata dia, pekan lalu.


Reporter Mona Tobing, Tendi Mahadi, Titis Nurdiana
Editor : Barratut Taqiyyah
Berita terbaru Keuangan

TERBARU
MARKET
IHSG
18,23
6.490,90
0.28%
 
US/IDR
13.331
-0,25
 
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy