kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Rasio kredit bermasalah di Mandiri Utama Finance 1,21% per Februari 2018


Rabu, 21 Maret 2018 / 21:21 WIB
Rasio kredit bermasalah di Mandiri Utama Finance 1,21% per Februari 2018
ILUSTRASI. Direksi Mandiri Utama Finance usai RUPS di Jakarta


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Demi mendorong laba perusahaan pembiayaan, maka kredit bermasalah perusahaan multifinance harus dijaga di angka paling rendah.

PT Mandiri Utama Finance (MUF) saat ini mencatat non-performing finance (NPF) sebesar 1,21% per Februari 2018.

Sekalipun target pertumbuhan penyaluran pembiayaan tahun ini diharapkan tumbuh 38% menjadi Rp 10,1 triliun, NPF diharapkan akan terjaga di angka tersebut.

“Diharapkan kualitas akan tetap terjaga,” kata Direktur Utama MUF Stanley Setiap saat dihubungi Kontan.co.id pada Rabu (21/3).

Adapun dengan NPF yang terjaga, laba perusahaan bisa tumbuh sebesar 37,7% dibanding tahun 2017. Di tahun 2017 laba MUF sebesar Rp 47,1 miliar sementara target tahun ini sebesar Rp 60 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×