KEUANGAN
Berita
SBI, Sang Instrumen Favorit Perbankan (1)

REFERENSI

SBI, Sang Instrumen Favorit Perbankan (1)


Telah dibaca sebanyak 1660 kali

Bank mana yang tak tergiur instrumen SBI? Sejatinya, SBI adalah surat berharga yang dikeluarkan bank sentral sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek (1, 3, dan 6 bulan).

SBI merupakan salah satu instrumen bank sentral untuk mengontrol jumlah uang beredar, yang secara tidak langsung diharapkan bisa mengendalikan laju inflasi bahkan juga nilai tukar rupiah BI.

Jika inflasi cenderung naik akibat banyaknya uang beredar di pasar, maka BI akan menyedot likuiditas dengan menawarkan bunga yang menarik. Bunga SBI ditetapkan setiap penjualan berdasarkan mekanisme pasar melalui sistem lelang yang sampai saat ini diadakan setiap pekan.

Instrumen BI ini mirip dengan T-Bills yang diterbitkan bank sentral Amerika Serikat (AS). Sama seperti T-Bills yang juga terbitan bank sentral, SBI adalah instrumen bebas risiko (risk free).

Tak heran, instrumen ini menjadi favorit para bankir untuk menaruh duit nasabah yang tidak tersalurkan ke kredit. Mantap kan, hanya dengan menaruh duit di SBI, bank bisa mendapatkan bunga yang cukup mekar.

Selain bank, lembaga keuangan non bank dan investor pasar modal juga kerap menjadikan SBI sebagai instrumen investasi. Tapi, nilainya memang tidak sebesar perbankan.

Berdasarkan data BI, sampai akhir Januari lalu, nilai outstanding SBI mencapai Rp 296 triliun. Duit terserap paling banyak di SBI bertenor satu bulan yang mencapai Rp 186,8 triliun. Lalu di SBI bertenor tiga bulan sebanyak Rp 99,3 triliun, dan terakhir di SBI bertenor enam bulan sekitar Rp 9,85 triliun.

Bagaimana BI menghitung bunga instrumen ini? Tingkat suku bunga SBI adalah dalam periode bulanan. Data tingkat suku bunga SBI yang diperoleh di periode harian akan diubah menjadi periode bulanan. Caranya, dengan membagi jumlah tingkat suku bunga periode harian selama satu bulan dengan jumlah periode waktu selama satu bulan.

Sejak awal Juli 2005, BI menggunakan tingkat bunga acuan atau BI rate sebagai patokan bunga bagi pelaku pasar dalam mengikuti pelelangan. Hingga 10 Maret mendatang, lelang diadakan hari Rabu setiap pekan, dengan jatuh tempo sesuai tenor.

Contoh, SBI bertenor satu bulan. Setelah lelang hari Rabu mengumumkan pemenang dan ditransaksikan di hari Kamis, instrumen ini akan jatuh tempo pada hari Kamis empat pekan setelahnya. Biasanya hitungan jatuh tempo SBI berdurasi satu bulan adalah sekitar 28 hari kemudian.

Penghitungan bunga di instrumen SBI berbeda dengan perhitungan bunga instrumen lain, seperti deposito, tabungan, money market atau instrumen pasar modal seperti obligasi. Kalau cara perhitungan instrumen-instrumen di atas menggunakan cara compounding atau bunga majemuk, SBI menggunakan penghitungan bunga dengan cara diskonto.

Penghitungan bunga diskonto ini, membuat pembeli SBI tak perlu membayar penuh nilai SBI yang akan mereka beli.Pembeli hanya membayar nilai pokok dikurangi bunga yang telah ditetapkan

Gampangnya begini. Taruh kata Anda membeli SBI Rp 1 miliar dengan bunga 6,5%. Anda cukup membayar Rp 1 miliar dikurangi bunga 6,5% dari nilai SBI, yakni sekitar Rp 65 juta. Maka Anda cukup membayar Rp 935 juta.
Nanti pada saat jatuh tempo, BI akan membayar Anda sebesar Rp 1 miliar. (Bersambung)

Editor: Johana Ani K.
Sumber: KONTAN
Telah dibaca sebanyak 1660 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Ada ratusan produk, pilih mana?

    +

    Ada sekitar 850 produk reksadana beredar saat ini. Pilihlah yang sesuai dengan gaya investasimu

    Baca lebih detail..

  • Menimbang return reksdana dan investasi lain

    +

    Return reksadana memang ciamik sepanjang tahun ini. Tapi, belakangan muncul gejolak di pasar. Apakah lebih baik mengamankan aset di instrumen aman seperti deposito, atau emas yang harganya sekarang lebih murah?

    Baca lebih detail..