kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.316
  • LQ451.100,19   1,30   0.12%
  • SUN106,45 -0,03%
  • EMAS588.852 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Soal SBN, OJK tak mau buru-buru beri sanksi IKNB

Selasa, 26 Desember 2017 / 13:06 WIB

Soal SBN, OJK tak mau buru-buru beri sanksi IKNB

Petugas memindahkan uang di 'cash center' Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (23/8). Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal II/2017 sebesar USD335,3 miliar atau tumbuh 2,9% (yoy), melambat dibanding kuartal I/2017 yang sebesar 3,2% (yoy) serta lebih lambat dibanding periode sama 2016 yang sebesar 6,8% (yoy). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/17.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah pelaku usaha industri keuangan non bank (IKNB) terancam tak mampu memenuhi aturan terkait penempatan investasi di surat berharga negara (SBN). Namun pihak regulator mengaku tak akan bertindak terburu-buru.

Deputi Komisioner Pengawas IKNB II Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muhammad Ichsanuddin mengakui ada sejumlah kendala yang dialami pelaku usaha untuk memenuhi aturan tersebut. Makanya, otoritas akan memangil sejumlah pemain yang tak bisa memenuhi ketentuan investasi SBN.

Pihaknya bakal mempertanyakan kesungguhan dan kesulitan perusahaan yang gagal memenuhi batas minimal yang dipersyaratkan. Selain itu, OJK juga disebutnya akan berkoordinasi juga dengan Kementerian Keuangan. "Tentu akan koordinasi juga dengan Kemkeu terkait suplai yang selama ini juga dinilai jadi kendala," ungkapnya baru-baru ini.

Oleh karena itu, ia menyebut pihaknya tak akan terburu-buru untuk memberikan sanksi. "Kalau misalnya separuh industri langsung disanksi, kan legulator juga tidak bijak," ujar Ichsanuddin.

Dalam aturan, ada sejumlah sanksi yang bisa diberikan bagi pemain yang lalai. Diantaranya sanksi administratif berupa, peringatan tertulis hingga penilaian kembali kemampuan dan kepatutan bagi pengendali, direksi hingga komisaris.

Ada pula ancaman sanksi larangan menjadi pemegang saham, pengendali, direksi, komisaris, pengawas syariah.

Melihat data yang dimiliki Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dana investasi asuransi jiwa di SBN sampai bulan Oktober ini baru mencapai 13,75%. Sementara di asuransi umum porsinya sebanyak 12,6%.

Sementara untuk dana pensiun pemberi kerja yang menjalankan program manfaat pasti, tercatat sebesar 25,5%. Lalu di dana pensiun pemberi kerja dengan skema iuran pasti, porsinya sebanyak 22,4%.


Reporter Tendi Mahadi
Editor : Wahyu Rahmawati

IKNB

TERBARU
MARKET
IHSG
18,23
6.490,90
0.28%
 
US/IDR
13.331
-0,25
 
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy