kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.131
  • SUN98,94 0,36%
  • EMAS616.094 0,49%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Tingkatkan DPK valas, bank perlengkap fitur

Selasa, 11 April 2017 / 20:01 WIB

Tingkatkan DPK valas, bank perlengkap fitur

JAKARTA. Industri perbankan semakin inovatif dalam menggenjot pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), khususnya dari sisi valuta asing (valas). PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) misalnya meluncurkan fitur BritAma Valas Rencana sebagai pelengkap simpanan valas berjangka BRI.

"Britama Valas Rencana salah satu program untuk meningkatkan DPK valas, sehingga ada alternatif untuk simpanan berjangka, tujuannya agar nasabah bisa mempersiapkan dana untuk biaya pendidikan, liburan dan lain-lain," jelas Sis Apik saat dihubungi KONTAN, Senin (11/4).

Sebelumnya, Kepala Divisi Mass Banking BRI Ani Hidayat mengungkap melalui BritAma Valas BRI ditargetkan dapat menyumbang DPK perseroan sebesar Rp 1,56 triliun dengan jumlah nasabah lebih dari 14 ribu nasabah tahun ini.

Ani menjelaskan, fitur BritAma Valas Rencana saat ini hanya bisa melayani tabungan pada mata uang dollar Amerika Serikat (AS). Meski begitu, rekening BritAma Valas sendiri sudah mampu melayani 10 mata uang asing lainnya.

Tidak hanya itu, produk ini juga dapat diakses dalam aplikasi mobile banking BRI. Dalam aplikasi ini nantinya nasabah juga dapat melakukan transfer dana dalam bentuk valas. "Kami menetapkan bunga 0,25% di bawah dari rate deposito valas," ujar Ani, Senin (10/4). Sebagai informasi saja, berdasarkan pusat data kontan, per 11 April 2017, bunga deposito dolar BRI berkisar antara 0,5% hingga 0,6%.

Sementara itu, PT Bank Bukopin Tbk mengatakan meski tidak menarget pertumbuhan DPK valas, pihaknya telah mempersiapkan beberapa strategi antara lain dengan meningkatkan nilai jual produk khususnya deposito melalui penambahan jenis mata uang.

"Kami menambah menjadi 6 currency antara lain USD, SGD, AUDI, YEN, EURO, dan GBP serta penambahan jangka waktu deposito sudah bisa sampai dengan tiga tahun," tutur Direktur Pengembangan Bisnis dan Teknologi Informasi Bank Bukopin, Adhi Brahmantya.

Asal tahu saja, berdasarkan laporan keuangan bulan Februari 2017, Bank Bukopin mencatatkan pertumbuhan DPK cukup tipis yakni sebesar 3,5% menjadi Rp 86,07 triliun secara tahunan (yoy). Meski dari sisi dana murah tercatat naik, deposito perseroan mengalami penurunan 3,55% dari Rp 59,45 triliun pada Februari 2016 menjadi Rp 57,34 per akhir Februari 2017. Adapun, sampai saat ini, komposisi DPK valas dari total keseluruhan dana pihak ketiga sebesar 15%.


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor: Barratut Taqiyyah

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel santika premiere Slipi
26 July 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.1558 || diagnostic_web = 0.3752

Close [X]
×