kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.551   51,00   0,29%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

14 Bank Serentak Potong Bunga Deposito


Jumat, 20 November 2009 / 08:27 WIB


Sumber: KONTAN | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Hari ini, 14 bank besar yang menguasai 70% pangsa pasar dana pihak ketiga (DPK) sepakat menurunkan bunga deposito sebesar 1%. "Penurunan bunga deposito secara serempak mulai 20 November," kata Sofyan Basir, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia, Kamis (19/11).

Penurunan bunga ini sesuai kesepakatan tanggal 18 Agustus 2009 lalu. Para bankir setuju menurunkan suku bunga deposito dari 8% menjadi maksimal 7%.

Tak hanya bank besar lokal yang menggunting bunga simpanan. "Bank asing dan bank Pembangunan Daerah juga akan mengikuti kesepakatan ini," ujar Evi Firmansyah, Wakil Direktur PT Bank Tabungan Negara.

Direktur Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Dyah N.K. Makhijani membenarkan, peserta penurunan bunga deposito sudah bertambah.

Tentu, bankir senang memangkas bunga deposito. Direktur Utama PT Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja, menyatakan, penurunan bunga deposito akan memangkas biaya dana (cost of fund).

Namun kesepakatan ini juga membawa imbas bagi bankir. Mereka tidak bisa lagi seenaknya memasang bunga. Ini berarti, para pengelola bank akan kehilangan senjata utama untuk meraih dana masyarakat. "Bank berskala kecil akan susah," kata Dinno Indiano, Presiden Direktur PT Bank Kesawan Tbk.

Setelah tidak bisa lagi mengandalkan bunga, bankir harus bersaing dalam meningkatkan pelayanan terhadap nasabah. Termasuk memperbarui infrastruktur teknologi yang memudahkan nasabah melakukan transaksi.

Mengingat konsekuensi penurunan bunga simpanan tidak ringan, banyak bank ditenggarai belum memenuhi kesepakatan. "Masih banyak bank yang memberi voucher atau cash back 1%-2%. Misalnya, nasabah individu atau korporasi yang menaruh Rp 1 miliar mendapat Rp 1 juta - Rp 1,2 juta," ujar Kostaman Thayib, Direktur Ritel PT Bank Mega Tbk. Kostaman mengaku, di Bank Mega, keputusan direksi mengenai penurunan bunga simpanan menjadi 7% sudah terbit Selasa (17/11) lalu.

Jika semua bank patuh pada kesepakatan penurunan bunga simpanan, debitur bisa berharap bunga kredit yang kini berkisar 13%-15%, akan melandai. "Mudah-mudahan bunga kredit bisa turun 100 basis poin, ke kisaran 11%," ujar Roosniati Salihin, Wakil Direktur Utama PT Panin Bank Tbk.

Memang, perlu jeda antara pemangkasan bunga simpanan dengan penurunan bunga kredit. "Bunga kredit baru turun 1-2 bulan setelah pemangkasan bunga simpanan, tergantung struktur dana bank," ujar Lisawati, Direktur Utama PT Bank Jasa Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×