kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Ada Kenaikan PPN 11%, Begini Tanggapan PAAI


Senin, 11 April 2022 / 14:58 WIB
ILUSTRASI. Agen asuransi melayani para nasabah. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10% menjadi 11% yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan turut berimbas pada industri asuransi. Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) masih menyambut baik besaran PPN tersebut.

Jika menilik isi PMK no 67 tahun 2022, agen asuransi diwajibkan turut ambil andil dalam PPN tersebut sebesar 10%. Dengan begitu, PPN yang harus disetor oleh agen asuransi sebesar 1,1%.

“PPN yang akan dikenakan semula sebesar 11%, setelah kita perjuangkan akhirnya diputuskan menjadi 1,1%,” ujar Ketua Bidang Investasi dan Perpajakan PAAI Henny Dondokambey dalam keterangan resminya, Senin (11/4).

Baca Juga: Kepala Kebijakan Publik Apindo, Sutrisno Iwantono: Kenaikan Tarif PPN Perlu Direvisi

Henny pun menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya besaran PPN yang bakal dikenakan ke agen asuransi tidak lebih dari 1%. Namun, pada akhirnya PMK mewajibkan besaran PPN yang harus disetor agen asuransi sebesar 1,1%. “Jadi dengan adanya peraturan tersebut, saya pikir sudah sesuai dengan harapan kita, hanya selisih 0,1 persen,” kata Henny.

Dengan adanya aturan baru tersebut, Henny pun menambahkan bahwa saat ini PAAI tengah bersiap untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh anggota PAAI. Harapannya, regulasi tersebut dapat dipahami oleh para agen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×