kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Adira Finance mencari pendanaan Rp 11 triliun


Sabtu, 21 April 2018 / 08:06 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk menargetkan pembiayaan tumbuh 5%-10% pada tahun ini. Untuk menggapainya, Adira memilih pendanaan yang paling pas agar tetap kompetitif.

Direktur Adira Finance I Dewa Made Susila memperkirakan, sepanjang tahun ini membutuhkan pendanaan sekitar Rp 10 triliun-Rp 11 triliun untuk memenuhi target. Kebutuhan dana tersebut akan berasal dari tiga sumber utama yakni dari penerbitan surat utang, pinjaman bank dalam negeri serta pinjaman sindikasi asing.

Pendanaan Adira Finance terbesar berasal dari penerbitan obligasi. Sementara sisanya dari pinjaman lokal dan asing dengan porsi yang hampir sama. "Komposisi pendanaan saat ini tak jauh beda dengan porsi pendanaan di tahun lalu," kata Made.

Tren kupon obligasi yang cenderung menurun dalam beberapa waktu ke belakang, menurut Made, menjadi salah satu faktor yang mendorong perusahaan lebih tertarik memilih sumber pendanaan dari surat utang. Selain itu, instrumen ini pun masih banyak menarik minat investor.

Sementara untuk pinjaman sindikasi asing, kemungkinan fokus ke tiga negara. Yakni Singapura, Taiwan, dan Jepang. Adira Finance beralasan mendapat pricing kompetitif. "Selain itu ketiga negara tersebut memiliki basis investor besar," ungkap Made.

Tahun lalu, Adira Finance menyalurkan kredit Rp 32,7 triliun. Adira Finance menargetkan pembiayaan Rp 34,3 triliun–Rp 35,9 triliun di 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×