Reporter: Ade Priyatin | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah volatilitas pasar, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menilai Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) masih memiliki ruang diversifikasi portofolio investasi.
Dalam kondisi pasar yang masih dinamis pula, DPLK diharapkan bisa menempatkan investasi pada instrumen yang sesuai dengan profil risiko peserta.
Humas ADPI Syarif Yunus mengatakan Surat Berharga Negara (SBN) dan deposito bisa menjadi pilihan konservatif pada DPLK saat ini.
Baca Juga: OJK Soroti Keterbatasan Kapabilitas Reasuransi, Ketergantungan Asing Tinggi
"Mungkin SBN dan deposito menjadi pilihan konservatif bagi DPLK karena memiliki risiko yang lebih terukur," ujarnya kepada Kontan, Jumat (23/10/26).
Menurutnya, SBN menjadi pilihan aman karena didukung oleh pemerintah langsung sedangkan deposito memberikan kepastian bunga yang sesuai dengan ketentuan perbankan.
Di sisi lain, fluktuasi pasar juga bisa dimanfaatkan oleh DPLK untuk mengoptimalkan investasi jangka panjang secara terukur dan disiplin.
Selain memerhatikan profil risiko peserta, strategi penempatan investasi dan diversifikasi juga harus mencermati jangka waktu pensiun peserta. Hal ini karena tidak semua instrumen bebas risiko sehingga DPLK bisa menyesuaikannya dengan karakteristik para peserta.
Lebih dari itu, ia mengimbau agar DPLK bisa tetap menjaga keseimbangan antara potensi imbal hasil, pengelolaan risiko, dan keberlanjutan manfaat pensiun peserta.
Sebagai informasi, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) portofolio investasi DPLK konvensional pada instrumen SBN mencapai Rp 46,87 triliun, deposito berjangka pada bank mencapai Rp 75,14 triliun, dan deposito on call pada bank mencapai Rp 1,03 triliun pada Agustus 2026
Baca Juga: Turunkan GWM, BI: Bukan Ketat, Likuiditas Perlu Diseimbangkan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














