Reporter: Mona Tobing | Editor: Dikky Setiawan
JAKARTA. Iklim investasi yang membaik, tidak lantas membuat perusahaan asuransi jiwa mengalihkan investasinya ke saham. Sebaliknya, asuransi jiwa justru memilih keranjang investasi yang lebih aman.
Hary Prasetyo,Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya menjelaskan, sekalipun indeks harga saham gabungan (IHSG) telah mencapai 5.000, kondisi saat ini belum cukup bagi perusahaan asuransi untuk kembali berinvestasi di saham.
"Kami khawatir kondisi saat ini hanya euforia sesaat. Strategi sementara kami lebih pilih saham BUMN. Itu pun fokus untuk yang BUMN infrastruktur," papar Hary pada awal pekan ini.
Porsi saham akan dipertahankan sekitar 10% dari total nilai investasi perusahaan. Sedangkan untuk mengkoleksi saham emiten baru, akan dilakukan setelah emiten tersebut mengeluarkan laporan keuangan semester satu nanti.
Jadi, kata Hary, Jiwasraya hanya akan membeli saham dari emiten yang dinilai memiliki kinerja baik sekalipun awal tahun kondisi ekonomi lesu. Sebaliknya, investasi SUN telah menjadi prioritas asuransi jiwa.
Christine Setyabudhi, Presiden Direktur PT Asuransi Jiwa BCA Life (BCA Life) menyebut, investasi pada surat utang negara (SUN) yang paling aman saat ini.
Pasalnya, penurunan suku bunga deposito perbankan membuat perusahaan asuransi memperbesar porsi SUN untuk mendapatkan return of investment (roi) maksimal.
BCA Life telah mengkoleksi 25% SUN dari total investasi perusahaan. Sisanya, kombinasi antara deposito, reksadana dan saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













