kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Bank Muamalat kaji penerbitan sukuk subordinasi dan right issue


Selasa, 23 Agustus 2011 / 14:43 WIB
ILUSTRASI. Kata Sri Mulyani setelah ekonomi Indonesia resmi masuk resesi.


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Johana K.

JAKARTA. Lantaran tak ada kecocokan harga antara calon pembeli dan pemilik saham, masuknya investor baru Bank Muamalat pun tertunda. "Ditunda sampai tutup buku oleh pemegang saham," ujar Arviyan Arifin, Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia, Selasa, (23/8). Salah satu pemilik saham mayoritas, Islamic Development Bank (IDB) pun sudah menyampaikan penundaan tersebut kepada Bank Indonesia bulan lalu.

Kendati belum akan mendapat investor baru tahun ini, Bank Muamalat tetap optimistis kinerjanya masih baik. Untuk menambah modal, mereka berencana menerbitkan sukuk atau right issue terbatas. Mereka ingin menjaga rasio kesehatan (CAR) bank tetap dikisaran 11%.

Soal penerbitan sukuk sobordinasi (subdebt) senilai Rp 800 miliar, Arviyan bilang, angka ini belum pasti. "Masih kami hitung-hitung lagi," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×