Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025. Bank QNB memastikan ke depan fundamentalnya tetap baik dan terus diperkuat.
Direktur Utama Bank QNB Indonesia, Nick Groene, menyampaikan laba sebelum pajak yang diperoleh Bank QNB selama tahun 2025 lalu sebesar Rp 50,8 miliar. Perolehan tersebut dibarengi dengan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) dan pertumbuhan dalam penyaluran kredit.
"Kinerja Bank di 2025 mencerminkan ketangguhan model bisnis kami serta kemajuan yang telah dicapai dalam memperkuat fundamental bank," tulis Nick dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).
Baca Juga: Allianz Life dan Bank QNB Rilis Produk Bertajuk Allianz Life Income Assurance
Nick menyebut total aset Bank QNB Indonesia hingga akhir 2025 berada di angka Rp 13,2 triliun, tumbuh 3% secara tahunan (yoy). Adapun DPK Bank QNB Indonesia tercatat tumbuh 11% (yoy).
Selain itu, Bank QNB Indonesia juga mencatat peningkatan dalam penyaluran kredit sebesar 18% (yoy) untuk tahun 2025. Akan tetapi, Nick tidak menyebut angka tepat jumlah penyalurannya.
"Pertumbuhan kredit bank utamanya didorong oleh sektor informasi dan komunikasi, manufaktur, serta layanan keuangan dan asuransi," tulis Nick.
Pertumbuhan penyaluran kredit juga dibarengi dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto yang turun di angka 2,2% dari tahun sebelumnya sebesar 2,7%.
Untuk rasio keuangan lain, Bank QNB Indonesia mencatat Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) masing-masing berada di angka 119,95% dan 140,40%. Keduanya berada di atas batas minimum regulator sebesar 100%.
Untuk tahun 2026 ini, Nick menyebut Bank QNB Indonesia akan tetap fokus pada pengembangan lini bisnis perbankan korporasi dan institusional. Bank juga akan terus memperkuat infrastruktur digital dan memperluas jaringan nasabah.
"Sebagai anak usaha dari QNB Group, institusi finansial terkemuka di Timur Tengah dan Afrika, bank memiliki posisi yang strategis untuk menghubungkan pelaku bisnis di Indonesia dengan pasar internasional dan juga sebaliknya," ujarnya.
Nick optimistis di tahun 2026 ini, Bank QNB Indonesia dapat mendorong pertumbuhan dengan kemitraan lintas negara. Nick juga memastikan pertumbuhan ke depannya akan dibarengi dengan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













