kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.885   -103,00   -0,57%
  • IDX 6.111   -11,13   -0,18%
  • KOMPAS100 791   -1,98   -0,25%
  • LQ45 606   -2,01   -0,33%
  • ISSI 212   0,17   0,08%
  • IDX30 336   -1,42   -0,42%
  • IDXHIDIV20 427   0,66   0,15%
  • IDX80 90   -0,22   -0,24%
  • IDXV30 116   0,47   0,41%
  • IDXQ30 110   -0,07   -0,06%

Bank syariah torehkan kenaikan laba 51,34%


Rabu, 24 Agustus 2016 / 20:49 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga semester pertama 2016, kinerja perbankan syariah cukup bagus. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan laba bersih sebesar 51,34% year on year (yoy) menjadi Rp 563 miliar.

Kenaikan laba bersih ini didorong peningkatan pendapatan operasional sebesar 11,64% yoy. Selain itu, tercatat pembiayaan bank syariah sampai Juni 2016 juga masih naik tipis 4,93% yoy menjadi Rp 158,14 trilin.

Namun, kenaikan pembiayaan ini diikuti kenaikan rasio pembiayaan bermasalah atau non performing finance (NPF) sebesar 59,14 bps yoy menjadi 5,68%.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengakui, sampai Agustus 2016, bank syariah masih terpukul dengan adanya kenaikan NPF.  Meski demikian, secara umum, beberapa bank syariah kinerjanya sudah mulai membaik. “Sehingga secara umum sudah kembali untung,” ujar Muliaman kepada KONTAN, Selasa (24/8).

Muliaman berharap, dengan adanya upaya pemerintah dan regulator untuk memperbaiki kinerja bank syariah seperti mencarikan investor strategis dan upaya konsolidasi diharapkan ke depan kinerja bank syariah akanmembaik.

Secara umum, Muliaman mengatakan, untuk memperbaiki kinerja bank syariah, OJK meminta setiap bank untuk membentuk action plan menurunkan NPF.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×