kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.835   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.375   97,87   1,56%
  • KOMPAS100 833   11,37   1,38%
  • LQ45 633   7,57   1,21%
  • ISSI 221   4,34   2,00%
  • IDX30 351   3,57   1,03%
  • IDXHIDIV20 434   1,47   0,34%
  • IDX80 95   1,26   1,34%
  • IDXV30 119   0,20   0,17%
  • IDXQ30 112   0,55   0,49%

BI: 68 Bank Terima Insentif Makroprudensial, Strategi Pendanaan Disesuaikan


Rabu, 23 September 2026 / 16:21 WIB
BI: 68 Bank Terima Insentif Makroprudensial, Strategi Pendanaan Disesuaikan
ILUSTRASI. Bank Indonesia mengklaim efektivitas insentif makroprudensial untuk mendorong likuiditas perbankan mulai terasa. ? (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia mengklaim efektivitas insentif makroprudensial untuk mendorong likuiditas perbankan mulai terasa. 

Hingga pekan pertama September 2026, BI mencatat realisasi Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang diterima perbankan mencapai Rp 461,2 triliun. 

Rinciannya, KLM untuk skema financing channel mencapai Rp 338,2 triliun dan KLM Pendalaman Pasar Uang (PPU) yang baru meluncur 1 September 2026 lalu mencapai Rp 123 triliun. 

Baca Juga: Sebulan Diluncurkan, 32.457 Kartu Kredit Indonesia (KKI) Telah Diterbitkan

Deputi Gubernur BI Solikin M. Juhro mengungkapkan, dengan realisasi tersebut, daya dongkrak perekonomian yang disumbang KLM financing channel mencapai 3,77% dan KLM PPU sebesar 1,4%. 

Solikin juga bilang capaian saat ini menjadi indikasi awal bahwa bahwa perbankan mulai gencar memanfaatkan insentif ini. Salah satunya terlihat dari peningkatan jumlah bank penerima insentif menjadi 68 bank dari bulan sebelumnya sebanyak 64 bank. 

“Jadi ini sudah ada peningkatan pada minggu-minggu awal penerapan KLM PPU, menunjukkan bahwa ada aspek positif pada distribusi bank-bank itu,” ujar Solikin dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (23/9/2026).

Bahkan, lanjut Solikin, perbankan mulai menyesuaikan strategi pendanaannya untuk mengejar insentif ini. Mengingatkan saja, insentif KLM PPU diberikan sebanyak 2% dari Dana Pihak Ketiga (DPK) kepada bank dengan rasio surat berharga yang dimiliki kurang dari 19% total pendanaan.

Baca Juga: Lindungi Masa Depan Keluarga dengan Medical Check Up Premium dari BRI Private

Dalam berbagai pertemuan dengan perbankan, Solikin bilang para bankir melakukan penyesuaian tak hanya dengan mengurangi nilai surat berharga yang dimiliki, tetapi juga meningkatkan DPK sehingga rasio surat berharga otomatis menurun. 

Meski begitu, ia mengakui ada pula bank yang insentifnya menurun setelah diberlakukannya kebijakan baru ini. Meski begitu, secara netto KLM PPU yang disalurkan mencatatkan tambahan Rp 14,8 triliun. 

“Sekitar Rp 15 triliun ini saya rasa sangat cukup untuk membantu bank meningkatkan kapasitas lending-nya lebih lanjut,” tutur Solikin. 

Namun di luar itu, Solikin menekankan penyaluran KLM PPU tak hanya untuk mendorong penyaluran kredit perbankan, tetapi juga memperbaiki distribusi dan struktur pendanaan bank agar lebih sehat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×