kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BI dukung KUR untuk sektor petani dan nelayan


Jumat, 10 Februari 2017 / 16:13 WIB
BI dukung KUR untuk sektor petani dan nelayan


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mendukung rencana pemerintah yang akan meningkatkan porsi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) ke sektor produktif menjadi 40% dari 22%. Agus D.W Martowardojo, Gubernur BI mengatakan, pihaknya juga merekomendasikan pembiayaan KUR jangan terlalu besar ke perdagangan.

“Namun, KUR juga mengarah ke rantai nilai (value chain) seperti ke petani dan nelayan, kemudian ke segmen industri pengolahan,” katanya, Jumat (10/2). Asal tahu saja, pemerintah akan mengarahkan bank penyalur KUR memberikan kredit yang besar ke sektor pertanian, kehutanan, perikanan dan industri pengolahan.

Nah, kredit KUR mengalir ke segmen pertanian, perikanan hingga industri pengolahan ini akan menjadi mata rantai yang efektif untuk mengembangkan kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). BI juga memiliki aturan terkait dorong perbankan untuk pemenuhan kredit ke UMKM hingga tahun 2018 nanti.

Informasi saja, saat ini aliran KUR mayoritas untuk perdagangan besar dan eceran dengan porsi 67,31%, KUR untuk sektor pertanian, perburuan dan kehutanan memiliki porsi 16,36%. Kemudian porsi KUR untuk jasa-jasa 10,91%, porsi KUR untuk industri pengolahan 4,25%, dan porsi KUR untuk perikanan 1,17%.

Adapun pemerintah menargetkan aliran KUR akan mencapai Rp 110 triliun di tahun 2017 ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×