Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan securities crowdfunding atau urun dana PT Investasi Digital Nusantara (Bizhare) menilai prospek industri urun dana tetap positif tahun ini. Founder & CEO Bizhare, Heinrich Vincent mengatakan hal itu didukung masih adanya kebutuhan pembiayaan di sektor riil, di tengah gejolak yang terjadi di pasar modal dan ekosistem investasi dalam negeri.
Heinrich juga melihat adanya pergeseran perilaku investor, yang mana sebagian mulai mengalokasikan dana ke instrumen yang berbasis sektor riil.
"Khususnya, saham dengan historikal keuangan yang baik dan obligasi atau sukuk dengan proyek yang sudah terbukti berhasil," ungkapnya kepada Kontan, Sabtu (11/4/2026).
Baca Juga: Bizhare Catat Total Dana yang Dihimpun Capai Rp 300 Miliar pada Kuartal I-2026
Dalam konteks itu, Heinrich berpandangan securities crowdfunding Bizhare menjadi makin relevan karena memberikan eksposur langsung ke aktivitas ekonomi riil, di tengah tantangan yang sedang terjadi di pasar modal Indonesia yang mengalami gejolak.
Lebih lanjut, Heinrich menerangkan terdapat beberapa sektor yang cukup menjanjikan tahun ini, khususnya untuk berbagai brand yang sudah teruji dari sisi track record operasional dan memperoleh keuntungan, serta pendanaan proyek untuk vendor dengan bohir yang kuat dan sudah terbukti lancar.
"Dengan demikian, menurunkan potensi risiko dari sisi investor," katanya.
Baca Juga: Strategi Bizhare Dorong Peningkatan Penghimpunan Dana pada 2026
Heinrich menyampaikan pendanaan tentunya diperkuat dengan mitigasi risiko dengan sistem scoring yang ada di Bizhare dan monitoring, serta reporting yang disiplin kepada para penerbit.
Terkait kinerja, Heinrich menyebut total dana yang dihimpun Bizhare lebih dari Rp 300 miliar pada kuartal I-2026. Dana tersebut sudah diinvestasikan ke 200 penerbit di seluruh Indonesia, dengan 400 ribu investor terdaftar di Bizhare.
Baca Juga: Urun Dana Bizhare Memfasilitasi Pendanaan Rp 300 Miliar pada Awal tahun 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News










