kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45939,21   3,87   0.41%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BNI (BBNI) Salurkan Fasilitas Kredit Rp 1,35 Triliun untuk Petrindo Jaya (CUAN)


Minggu, 18 Februari 2024 / 15:26 WIB
BNI (BBNI) Salurkan Fasilitas Kredit Rp 1,35 Triliun untuk Petrindo Jaya (CUAN)
ILUSTRASI. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) telah memberikan fasilitas kredit berjangka untuk PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) telah memberikan fasilitas kredit berjangka untuk PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) bersama beberapa entitas anaknya seperti  PT Mareta Persada dan PT Kreasi Jasa Persada. Perjanjian fasilitas kredit tersebut disepakati pada 15 Februari 2024.

Berdasarkan keterbukaan informasi (17/2), Perjanjian Fasilitas tersebut memberikan CUAN fasilitas kredit berjangka dengan nilai fasilitas maksimal sebesar Rp 1.35 triliun. Di mana, fasilitas kredit tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 26 September 2028.

Direktur Utama CUAN Michael mengungkapkan bahwa seluruh pinjaman yang diperoleh perseroan ini akan dipergunakan untuk membiayai kegiatan perseroan secara umum.

Baca Juga: Diakuisisi Petrindo (CUAN), Begini Rencana Bisnis Petrosea hingga Tahun 2026

Lebih lanjut, Michael bilang pinjaman dari BNI tersebut menyebabkan bertambahnya kewajiban keuangan perseroan, dan sekaligus juga akan membantu perseroan dalam membiayai kegiatan usahanya.

Sebelumnya, Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini pun mengungkapkan bahwa kredit korporasi telah menjadi salah satu pendorong utama dalam kinerja BBNI selama ini. Di mana, ekspansi kredit korporasi dilakukan untuk segmen berisiko rendah.

 

“Di antaranya, korporasi blue chip baik swasta dan BUMN,” ujar Novita (26/1).

Sebagai informasi, Kredit Korporasi blue chip swasta BNI tumbuh 14,3% YoY sepanjang 2023. Secara nilai, kredit korporasi di segmen tersebut sebesar Rp 264,6 triliun.

 

“Sebagai dampak dari akselerasi kredit di segmen berisiko rendah, kualitas aset terus membaik,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×