kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

BNI Sebut Bunga Acuan BI 4,25% Masih Akomodatif Bagi Perekonomian dan Ekspansi Bisnis


Kamis, 22 September 2022 / 20:34 WIB
ILUSTRASI. Menara BNI Pejompongan, Jakarta Pusat.


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengerek bunga acuan 50 basis poin (bps) di September 2022 menjadi 4,25%. Menanggapi hal ini, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk akan selalu memantau kebijakan yang akan diambil oleh BI dan melakukan review suku bunga simpanan serta kredit secara berkala. 

"Terkait penyesuaian bunga di sisi kredit akan dipertimbangkan dari dampak kenaikan bunga acuan terhadap kenaikan biaya dana serta proyeksi ekspansi bisnis BNI. Tentunya, penyesuaian bunga tersebut juga mempertimbangkan dampaknya terhadap risiko kredit bank," ujar Corporate Secretary Bank BNI Okki Rushartomo  kepada Kontan.co.id pada Kamis (22/9). 

Ia menyatakan BNI selalu mendukung kebijakan yang diambil oleh BI. Meski suku bunga acuan sudah tak serendah sebelumnya. BNI menilai level suku bunga acuan yang di 4,25% ini masih tergolong akomodatif bagi perekonomian Indonesia untuk melanjutkan tren ekspansi. 

Baca Juga: Makin Banyak Bank Asal Thailand yang Masuk Bisnis Bank di Indonesia

Ia menambahkan suku bunga simpanan BNI baik giro, tabungan, maupun deposito masih relatif sama dengan suku bunga simpanan bank pesaing. Secara umum, dana murah atau current account and saving account (CASA) BNI tergolong kuat dengan rasio hampir mendekati 70%.

"Karena BNI memiliki basis nasabah loyal yang kuat serta pendapatan berbasis komisi (FBI) yang menunjukkan peningkatan seiring dengan transformasi digital. Sehingga, kami dapat melakukan efisiensi cost of fund (biaya dana) melalui pengelolaan portofolio DPK," tambahnya. 

Okki berharap dengan biaya dana yang efisien, BNI dapat memberikan pricing yang kompetitif secara selektif khususnya untuk debitur top tier, eksportir, dan program ekspansi kredit. Hal ini akan mendorong pertumbuhan kredit BNI ke depan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×