kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

BNI siap garap KPR untuk WNA


Kamis, 21 Januari 2016 / 15:57 WIB


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bank Negara Indonesia (BNI) tak mau ketinggalan soal potensi pasar KPR baru yang muncul dari kebijakan pemerintah kepada warga negara asing (WNA) soal kepemilikan hunian. Bank berlogo angka 46 ini pun siap mengambil dan mengoptimalkan peluang tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Anggoro Eko Cahyo, Direktur Consumer Retail Banking BNI kepada KONTAN, Rabu (20/1). Anggoro menjelaskan, BNI menyambut baik jika memang ada pelonggaran lebih lanjut terkait kebijakan WNA untuk memiliki hunian.

"Hal ini tentu saja mengangkat industri KPR, khususnya untuk segmen hunian premium," kata Anggoro.

Anggoro juga menilai, kebijakan itu bisa menjadi model investasi baru WNA di Indonesia yang dapat difasilitasi BNI.

BNI juga akan menyesuaikan skim yang ada dengan pelonggaran kebijakan WNA, agar tetap kompetitif.

Informasi saja, target pertumbuhan KPR BNI tahun ini akan naik dua kali lipat dibanding realisasi penyaluran KPR tahun 2015. "Akhir tahun 2015 kami menargetkan KPR tumbuh 8% dan sepertinya masih on the track. Masih bisa tercapai antara 8% sampai dengan 10%," ujar Anggoro.

Untuk mengejar target itu, BNI fokus menggarap KPR untuk hunian pertama. Komposisi kredit rumah pertama di BNI mencapai 70% dan sisanya yang 30% merupakan KPR rumah seken.

Mereka membidik pasar KPR dengan kisaran plafon mulai Rp 350 juta sampai Rp 400 juta. Adapun KPR menyumbang porsi 61% terhadap total baki kredit konsumer bank ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×