kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

BRI: Ada pihak yang memanfaatkan kejadian di Kediri


Kamis, 15 Maret 2018 / 21:30 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah nasabah mendatangi kantor BRI unit cabang Ngadiluwih


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatat ada beberapa pemberitaan yang tidak benar terkait kejadian skimming di kantor cabang Kediri. Berita hoax yang tidak dapat dikonfirmasi ini menyebar melalui pesan berantai.

Indra Utoyo, Direktur Digital Banking dan Teknologi Informasi BRI mengimbau agar tidak mempercayai berita yang belum bisa dipastikan kebenarannya. "Ini bisa mendiskreditkan bank BRI," kata Indra dalam konferensi pers, Kamis malam (15/3)

Terkait dengan munculnya berita yang tidak benar dan mendiskreditkan BRI ini, bank akan mengambil langkah hukum pada pihak yang sengaja menunggangi kejadian tersebut untuk tujuan tertentu.

Kejadian di Kediri, menurut Indra merupakan bentuk kejahatan skimming.

"Skimming merupakan bentuk kejahatan perbankan dengan penggandaan data kartu ATM nasabah," kata Indra. Kejahatan ini dilakukan oleh pelaku dengan menempelkan alat di mesin perangkat ATM.

Hal ini digunakan untuk membaca dan merekam data di kartu. Kemudian oleh pelakunya kartu ini digunakan untuk bertransaksi di tempat lain.

Menurut BRI kejahatan skimming ini merupakan bentuk kejahatan perbankan umum bukan bentuk baru. Ini bisa saja menimpa tidak hanya bank BRI tapi bank lain. Ini terjadi seiring dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×