kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

BRI Bakal Dapat Tambahan Kuota KUR Perumahan 2026, Penyaluran Tembus Rp 9,2 Triliun


Senin, 25 Mei 2026 / 19:48 WIB
BRI Bakal Dapat Tambahan Kuota KUR Perumahan 2026, Penyaluran Tembus Rp 9,2 Triliun
ILUSTRASI. Realisasi KUR perumahan BRI sudah Rp9,2 triliun, melampaui alokasi awal. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dipastikan bakal memperoleh tambahan kuota penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan atau Kredit Program Perumahan (KPP) pada tahun 2026. Tambahan kuota ini diberikan setelah realisasi penyaluran KUR perumahan BRI melampaui alokasi awal yang telah ditetapkan pemerintah.

Pada awal 2026, BRI memperoleh kuota KUR perumahan sebesar Rp 8 triliun. Namun, tingginya permintaan pembiayaan membuat kuota tersebut telah tersalurkan sepenuhnya sejak awal Mei 2026.

Hingga 25 Mei 2026, realisasi penyaluran KUR perumahan BRI tercatat mencapai Rp 9,2 triliun dengan total 12.500 unit akad. Dengan adanya tambahan kuota dari pemerintah menjadi Rp 12 triliun, maka realisasi penyaluran BRI saat ini telah mencapai sekitar 76% dari total kuota terbaru.

Secara rinci, penyaluran KUR perumahan BRI di sisi supply mencapai Rp 1,1 triliun kepada 752 nasabah debitur. Sementara pada sisi demand, penyaluran mencapai Rp 8,1 triliun kepada 66.576 nasabah debitur.

Baca Juga: BCA Syariah Bangun Kedekatan Emosional dengan Nasabah Urban Lewat Sahabat Berkahmu

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa capaian tersebut menjadi bukti dukungan perseroan terhadap program pemerintah dalam mendorong sektor perumahan nasional.

“Dengan kecepatan kami, BRI bisa mendukung program KUR perumahan dengan baik,” ujar Hery dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa secara nasional realisasi KUR perumahan telah mencapai Rp 16,8 triliun hingga Mei 2026.

Dari sisi supply, penyaluran KUR perumahan nasional mencapai Rp 4,8 triliun kepada 1.875 nasabah debitur. Adapun dari sisi demand, penyaluran telah mencapai Rp 11,99 triliun kepada 78.001 nasabah debitur.

 

Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait, juga memastikan bahwa suku bunga KUR perumahan tetap dipertahankan meski Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026.

Saat ini, program KUR perumahan menawarkan subsidi bunga sebesar 5% bagi debitur. “Sampai hari ini tidak ada niat untuk menaikkan bunga KUR,” tegas Ara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×