kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BRI bidik pendapatan komisi tumbuh 22%


Kamis, 03 Maret 2016 / 19:53 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Industri perbankan tidak ingin terlalu bergantung terhadap pendapatan bunga untuk meningkatkan pendapatan. Misalnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) ingin menggali sumber pendapatan di tahun ini melalui pendapatan non bunga, seperti pendapatan komisi atau fee based income.

“Kami membidik pertumbuhan fee based income sebesar 20%-22% pada 2016,” kata Sekretaris Korporasi BRI Hari Siaga, pada rilis yang diterima KONTAN, Kamis (3/3).

Artinya, BRI ingin memperoleh pendapatan fee income sekitar Rp 8,88 triliun-Rp 9,02 triliun per akhir tahun 2016, dibandingkan perolehan Rp 7,4 triliun per akhir tahun lalu.

Strategi BRI untuk mencapai target fee income adalah meningkatkan transactional banking dan international business. Selain itu, bank berplat merah ini akan lebih gencar dalam memasarkan produk-produk yang terintegrasi sesuai kebutuhan nasabah dan perusahaan akan bekerjasama dnega perusahaan besar.

Informasi saja, tahun lalu, BRI mencatat fee based incomebersumber dari biaya administrasi pengelolaan rekening nasabah yaitu sebesar 53,3% dari total fee based income. Kemudian, transaksi e-banking berkontribusi sebesar 22,1%, dan international business atau trade finance tercatat 1,8%, serta sisanya dari fee based income yang bersumber dari berbagai transaksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×