Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mengajukan rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp 1 triliun. Aksi korporasi ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
BTPN Syariah menyebut rencana buyback tersebut sebagai langkah strategis untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap fundamental perusahaan.
Direktur BTPN Syariah Arief Ismail mengatakan, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pengelolaan risiko, dan optimalisasi nilai bagi pemegang saham.
Baca Juga: BCA Bidik Lebih dari 200 Pedagang Pasar di Batam untuk Adopsi QRIS
“Rencana aksi korporasi ini merupakan bentuk keyakinan kami terhadap kekuatan fundamental dan prospek jangka panjang BTPN Syariah. Dengan kondisi permodalan yang kuat, kami tetap memiliki kapasitas untuk menjalankan strategi pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai yang optimal bagi para pemegang saham,” ujar Arief dalam siaran pers yang disampaikan pada Selasa (13/10/2026).
Perusahaan ini menyatakan pelaksanaan buyback akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis. BTPN Syariah juga menegaskan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Perusahaan ini menyebut, pembelian kembali saham tersebut tidak akan berdampak negatif terhadap pendapatan. Pasalnya, perusahaan menilai memiliki saldo laba ditahan dan arus kas yang cukup untuk membiayai pelaksanaan buyback bersamaan dengan kegiatan usaha.
Dari sisi kinerja, hingga semester I-2026 BTPN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp 655 miliar. Aset BTPS tumbuh 8% secara tahunan menjadi Rp 23 triliun, sedangkan pembiayaan meningkat 9% secara tahunan menjadi Rp 11 triliun.
Kinerja tersebut ditopang oleh rasio keuangan yang tetap kuat. BTPN Syariah mencatatkan return on assets (ROA) sebesar 7,2% dan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 58,7% hingga semester I-2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














