CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

CNAF bakal garap pembiayaan kebutuhan dana tunai di daerah pariwisata


Minggu, 08 Desember 2019 / 16:35 WIB
CNAF bakal garap pembiayaan kebutuhan dana tunai di daerah pariwisata
ILUSTRASI. Pelayanan di kantor pusat PT. CIMB Niaga Auto Finance (CNAF), Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (17/1). CNAF bakal menggarap pembiayaan dana tunai di daerah pariwisata.

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) berencana memperluas produk pembiayaan untuk sektor pariwisata. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menyatakan tengah menjajaki produk dana tunai untuk modal usaha untuk pengembangan bisnis menegah dan kecil di daerah pariwisata.

Ristiawan mengaku sejauh ini CNAF sudah memiliki produk pembiayaan ke sektor pariwisata. Ia bilang CNAF sudah serius menggarap segmen pengusaha kecil dan menengah untuk kebutuhan penyewaan atau rental kendaraan di daerah-daerah wisata. Biasanya produk yang ditawarkan berupa pembiayaan kepemilikan kendaraan.

“Terkait dengan resiko business akan strategi ekspansi untuk sektor pariwisata saya rasa masih akan sangat terkendali. Lantaran akan ditopang dengan peningkatan pendapatan masyarakat sekitar terkena dampak dari program pemerintah di daerah pariwisata,” ujar Ristiawan kepada Kontan.co.id pada Jumat (6/12).

Baca Juga: Dorong sektor pariwisata, BNI Multifinance salurkan pembiayaan senilai Rp 9,5 miliar

Namun Ristiawan belum menyampaikan angka realisasi pembiayaan ke sektor ini secara spesifik. Ke depannya, CNAF akan mendorong pembiayaan ke sektor pariwisata dan mulai memonitor pembiayaan di sektor tersebut.

Anak perusahaan dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) ini telah menyalurkan realisasi pembiayaan senilai Rp 2,8 triliun pe Oktober 2019. Ristiawan bilang pembiayaan itu meningkat sebesar 96% periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta agar perusahaan multifinance meningkatkan pembiayaan ke sektor pariwisata di tahun depan. Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2B OJK Bambang W Budiawan menyatakan tahun depan diharapkan pembiayaan di sektor ini mencapai Rp 6 triliun.

Baca Juga: OJK minta multifinance salurkan pembiayaan Rp 6 tiliun ke sektor pariwisata




TERBARU

Close [X]
×