kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.989   76,00   0,42%
  • IDX 5.641   -2,52   -0,04%
  • KOMPAS100 728   0,23   0,03%
  • LQ45 554   1,16   0,21%
  • ISSI 196   -0,79   -0,40%
  • IDX30 314   0,16   0,05%
  • IDXHIDIV20 388   -0,94   -0,24%
  • IDX80 83   -0,02   -0,03%
  • IDXV30 106   -0,82   -0,77%
  • IDXQ30 102   -0,04   -0,04%

Dampak kenaikan dana transfer daerah ke BPD


Senin, 17 Juli 2017 / 11:44 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) menanggapi beragam terkait naiknya realisasi dana transfer dari pusat ke daerah.

Seperti diketahui, berdasarkan data Kementerian Keuangan, dana transfer daerah pada semester 1 2017 mengalami kenaikan sebesar Rp 3,17 triliun menjadi Rp 394,75 triliun.

I Made Sudja, Direktur Utama BPD Bali mengatakan setiap bulan Provinsi Bali menganggarkan Rp 600 miliar untuk belanja pegawai.

"Sehingga likuiditas kami bertambah Rp 250 miliar (dengan kenaikan dana transfer daerah tersebut)," ujar Made kepada Kontan, Senin (17/7).

Sampai akhir tahun, rasio kredit dibanding simpanan (LFR) BPD Bali diperkirakan sebesar 96% sampai 97%.

Edie Rizliyanto Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) memproyeksi sampai akhir 2017 LFR akan berada diangka 99%.

"Dampak kenaikan dana transfer terhadap likuiditas tidak besar," ujar Edie.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×