kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.998   85,00   0,47%
  • IDX 5.673   29,59   0,52%
  • KOMPAS100 732   3,90   0,54%
  • LQ45 556   3,18   0,57%
  • ISSI 197   0,68   0,35%
  • IDX30 316   1,67   0,53%
  • IDXHIDIV20 390   1,07   0,28%
  • IDX80 83   0,37   0,45%
  • IDXV30 106   -0,27   -0,25%
  • IDXQ30 102   0,52   0,51%

Dana pemda bikin likuiditas Bank Jatim terjaga


Rabu, 02 Agustus 2017 / 21:04 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Markus Sumartomjon

JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) tengah berupaya menjaga likuiditas supaya bisa optimal dalam penyaluran kredit. Salah satu sumber likuiditas bank berkode BJTM ini adalah penempatan dana pemerintah provinsi dan daerah dalam bentuk giro.

Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, dana Pemprov Jatim di DPK Bank Jatim sampai Juni 2017 mencapai Rp 5,08 triliun. Sebagai gambaran, APBD Pemprov Jatim 2017 tercatat Rp 28,09 triliun

Ferdian Satyagraha, Sekretaris Perusahaan Bank Jatim mengakui pada kuartal II lalu penempatan dana pemda di bank meningkat.

"Karena turunnya dana APBD yang digunakan untuk belanja daerah, dana tersebut dikelola Bank Jatim sebagai BPD," ujar Ferdian kepada KONTAN, Rabu (2/8).

Pada kuartal III nanti menurut Ferdian dana pemda di Bank Jatim diperkirakan masih akan melonjak. Peningkatkan ini juga disebabkan karena bank memberikan kemudahan fasilitas pembiyaaan kepada kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah. Sehingga dengan strategi seperti itu bisa mengoptimalkan pendapatan bunga bank. 

Sebagai gambaran, pendapatan bunga dari dana pemerintah yang ditempatkan disurat berharga dan pasar uang mencapai 20% dari total pendapatan bunga.

Sampai akhir 2017,  Bank Jatim menargetkan LDR 91,48% atau lebih optimal dibandingkan Juni 2017 yang tercatat 72,26%. Kenaikan LDR ini diharapkan dari dana pemerintah yang telah terserap ke penyaluran kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×